Jepang Naik 17% Turis Internasional Asia, Laporan UN 2026
Gambar atau konten salah?
Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) secara rutin mengukur peningkatan kunjungan wisatawan internasional di semua negara anggotanya. Pada edisi pertama laporan UN Tourism tahun 2026, Jepang muncul sebagai pemenang utama di kawasan Asia.
Data menunjukkan Jepang mencatat pertumbuhan kedatangan wisatawan internasional dua digit, naik 17 % pada periode Januari hingga November 2025 dibandingkan tahun 2024. Angka ini diambil dari Euro News yang dirilis pada 23 Maret 2026.
Negara lain yang menonjol di Asia juga termasuk Brasil, yang mengalami kenaikan 37 % sepanjang tahun. Brasil terkenal dengan festival dan konsernya; setiap bulan Februari, karnaval di negara ini menarik ribuan pengunjung. Rio de Janeiro, yang menjadi Ibu Kota Buku Dunia UNESCO pada 2025, menambah daya tariknya dengan konser gratis Lady Gaga di pantai Copacabana, yang tak diragukan lagi memikat banyak wisatawan internasional.
Mesir juga menunjukkan performa kuat. Pada Oktober 2024, Museum Mesir Agung dibuka secara resmi, dan peresmian resmi dilaksanakan pada November 2025. Kegiatan ini menambah reputasi Mesir sebagai destinasi global yang menarik.
Di Eropa, Islandia mencatat pertumbuhan terbesar, meningkat 29 % dalam kedatangan internasional. Fenomena alam, seperti Aurora Borealis, mencapai puncak pada akhir tahun 2024, mendorong banyak orang memesan perjalanan ke sana. Gerhana matahari total yang akan terjadi pada Agustus 2026, yang membuat sebagian wilayah negara tersebut gelap gulita selama dua menit, diprediksi akan menambah minat wisatawan.
Destinasi lain yang sedang naik daun meliputi Maroko dengan kenaikan 14 % dan Seychelles dengan 13 %. Negara-negara lain yang melaporkan data hingga November 2025 menunjukkan pertumbuhan antara 30 % di Bhutan, 24 % di Guyana, dan 19 % di Afrika Selatan.
Secara keseluruhan, diperkirakan tercatat 1,52 miliar wisatawan internasional pada tahun 2025, dengan Eropa menjadi tujuan utama, mencatat 793 juta pengunjung. Laporan menegaskan bahwa permintaan perjalanan tetap solid pada 2025, meski terjadi inflasi layanan pariwisata dan tantangan geopolitik, namun sedikit melemah menjelang akhir tahun.
Data ini memberi gambaran bahwa meski ada tekanan ekonomi dan politik, minat global terhadap destinasi wisata tetap tinggi, terutama di negara-negara yang menawarkan kombinasi budaya, sejarah, dan keindahan alam.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
