Jepang Siapkan 100 Langkah Menangani Overtourism 2030
Gambar atau konten salah?
Tokyo – Jepang menyiapkan diri menghadapi lonjakan wisatawan yang diprediksi mencapai puncak pada tahun 2030. Pemerintah mulai memikirkan solusi overtourism sejak sekarang, mulai dari pengaturan kunjungan hingga pembatasan di destinasi populer.
Rencana dasar pariwisata berikutnya disetujui pada hari Jumat. Rencana ini menekankan penanggulangan pariwisata berlebihan di tahun 2030 melalui serangkaian 100 langkah yang terperinci.
Menurut *Japan Today*, pada Minggu, 29 Maret 2026 ini, pemerintah Jepang menetapkan target pertama untuk mengatasi masalah pariwisata berlebihan. Ini menandai langkah penting dalam mengelola dampak sosial dan ekonomi pariwisata.
Kabinet menegaskan bahwa kualitas hidup penduduk di destinasi populer terganggu oleh konsentrasi pengunjung yang tinggi. Jepang perlu memperkuat langkah-langkah penanggulangan sekaligus menerima lebih banyak pengunjung asing, yang menjadi pendorong utama perekonomian negara.
Sejauh ini, 47 wilayah, termasuk Kyoto di Jepang barat, telah memajukan inisiatif berdasarkan masukan penduduk setempat. Pendekatan ini menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam perencanaan pariwisata.
Rencana promosi pariwisata dasar berikutnya mencakup lima tahun fiskal, dari 2026 hingga 2030. Pemerintah mempertahankan target yang ada: meningkatkan jumlah pengunjung asing menjadi 60 juta dan pengeluaran tahunan mereka menjadi 15 triliun yen pada tahun 2030.
Langkah-langkah tersebut meliputi pengurangan kemacetan di jalan lokal, pembatasan jumlah pengunjung, serta peningkatan kapasitas transportasi untuk menarik orang ke destinasi regional. Pemerintah juga akan mempertimbangkan pedoman bagi fasilitas pariwisata publik mengenai penetapan harga ganda bagi penduduk dan pengunjung mancanegara.
Tujuan spesifik lainnya adalah meningkatkan pengeluaran per kapita oleh pengunjung mancanegara dari 229.000 yen pada 2025 menjadi 250.000 yen pada 2030, serta menambah jumlah pengunjung yang datang kembali dari 27,61 juta menjadi 40 juta.
Angka-angka 2025 menunjukkan rekor: 42,7 juta pengunjung asing, dengan pengeluaran mencapai 9,5 triliun yen, dan bulan Februari mencatat rekor bulanan sekitar 3,47 juta wisatawan mancanegara.
Dengan rencana ini, Jepang berusaha menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi pariwisata dengan kualitas hidup penduduk, sambil mempersiapkan infrastruktur dan kebijakan yang dapat menahan lonjakan pengunjung di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Prabowo Buka Penerbangan Bandara Bandung & Yogyakarta
Bandara Adisutjipto Tak Perlu Direaktivasi, YIA Cukup
Empat Anakan Harimau Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen
Bandara Husein Sastranegara Dipertimbangkan Rute Luar Jawa
Trans Luxury Hotel Surabaya Buka, Soft Opening Rp999.000
Jatiluwih: Turis Asia Domestik Naik, Barat Turun Pasar Konflik
Berita Terbaru
Tim Tabur Tangkap Liauw Inggarwati dan Bastian Widjaja
Perpres No.27 2026 Turunkan Komisi Ojek Online Jadi 8%
Riquelme Tantang Perez: Janji Haaland & Beban Anggota
UEA Berhenti Ujian Internasional, Pindah Online Kini
Damri: Rute Bus Palembang–Lampung, Harga Rp 200–228 Ribu
Raffi Ahmad Operasi Benjolan Bahu Setelah Haji, Tertutup
Kementerian Agama Tetapkan 16 Juni 2026 sebagai Puasa 1 Muharram
Bom Incendiary Ditemukan dan Dimusnahkan di Sungai Ariyau, Jayapura
Peternak Sapi Perah Dusun Brau Siap Hadapi Musim Kemarau
Prabowo Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis di Sentul
