JMA Umumkan Istilah Baru 'Kokushobi' Untuk Hari Panas Ekstrem

Hari W. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 103 dibaca
Bisik.id
JMA Umumkan Istilah Baru 'Kokushobi' Untuk Hari Panas Ekstrem

Gambar atau konten salah?

kokushobi adalah istilah baru yang dipakai di Jepang untuk menggambarkan hari dengan suhu mencapai 40 derajat Celsius atau lebih. Istilah ini bermakna “panas yang kejam” dan dipilih melalui jajak pendapat online yang melibatkan 478.000 responden pada periode Februari hingga Maret. Dari 13 opsi yang tersedia, kokushobi menjadi pilihan yang paling populer, mengalahkan istilah lain seperti “super extremely hot day”.

Penggunaan istilah ini diumumkan oleh Japan Meteorological Agency pada Jumat, 17 April 2026. Kata koku dalam bahasa Jepang berarti keras atau kejam, sehingga mencerminkan tingkat panas yang dirasakan masyarakat. JMA menekankan bahwa istilah ini muncul sebagai respons terhadap peningkatan frekuensi dan intensitas gelombang panas global, yang dipicu oleh aktivitas manusia, khususnya pembakaran bahan bakar fosil.

Musim panas tahun 2025 menjadi yang terpanas sejak pencatatan dimulai pada 1898. Rata‑rata suhu nasional meningkat 2,36 derajat Celsius di atas normal. Selama periode Juni hingga Agustus, suhu di atas 40 derajat Celsius tercatat selama sembilan hari. Rekor suhu tertinggi nasional tercipta di Kota Isesaki dengan 41,8 derajat Celsius. Jumlah kumulatif hari dengan suhu ekstrem juga melampaui rekor tahun sebelumnya, yang tercatat pada 2024.

Di Tokyo, tercatat 25 hari dengan suhu di atas 35 derajat Celsius, jauh melebihi rata‑rata tahunan yang hanya sekitar 4,5 hari. Sementara itu, Kyoto mencatat 52 hari dengan suhu serupa, dibandingkan rata‑rata 18,5 hari. Data ini menegaskan bahwa wilayah metropolitan di Jepang mengalami peningkatan signifikan dalam frekuensi hari panas.

Untuk musim panas tahun ini, JMA memperkirakan peluang besar bahwa suhu di atas normal akan terus terjadi di seluruh Jepang sepanjang Juni hingga Agustus 2026. Prediksi ini menunjukkan bahwa tren cuaca panas ekstrem masih akan berlanjut, menuntut perhatian lebih terhadap mitigasi dan adaptasi.

Secara keseluruhan, pengenalan istilah kokushobi mencerminkan realitas perubahan iklim yang sudah terasa di Jepang. Istilah ini tidak hanya memberi label pada hari-hari panas, tetapi juga menyoroti peningkatan frekuensi dan intensitas suhu ekstrem yang menantang kebijakan energi, kesehatan, dan infrastruktur di negara tersebut.

kokushobiJMAgelombang panaspeningkatan suhuperubahan iklimkebijakan energi

Komentar

Memuat komentar...