KA Sangkuriang: Bandung ke Ketapang 1.002 km, 16 jam langsung
Gambar atau konten salah?
PT Kereta Api Indonesia (KAI) baru saja memperkenalkan layanan kereta jarak jauh bernama KA Sangkuriang yang menghubungkan Bandung dengan Ketapang (Banyuwangi). Operasionalnya dimulai pada 1 Mei, memberikan penumpang pilihan perjalanan langsung tanpa harus melakukan transit.
Rute ini menjadi langkah penting dalam memperkuat konektivitas di Pulau Jawa. Dengan menghubungkan Jawa Barat ke ujung timur Jawa Timur, perjalanan menjadi lebih praktis bagi warga yang ingin menempuh jarak jauh sekaligus menikmati pemandangan sepanjang jalur.
Jarak tempuh KA Sangkuriang mencapai 1.002 kilometer, menjadikannya rute terpanjang kedua di Indonesia. Waktu tempuhnya diperkirakan sekitar 16 jam, hanya sedikit lebih pendek dibandingkan KA Blambangan Ekspres yang melintasi Banyuwangi-Jakarta sejauh 1.031 kilometer.
Jalur ini menelusuri kota-kota penting di Pulau Jawa, mulai dari Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Jember, hingga berakhir di Ketapang. Setiap kota menjadi titik pemberhentian yang memudahkan penumpang untuk naik atau turun sesuai kebutuhan.
Fasilitas yang ditawarkan KAI cukup lengkap. KA Sangkuriang menyediakan tiga kelas layanan: ekonomi, eksekutif, dan suite compartment. Total kapasitasnya adalah 456 kursi, terbagi menjadi 240 kursi ekonomi, 200 kursi eksekutif, dan 16 kursi suite compartment. Kereta ini juga menggunakan material stainless steel modern, dirancang khusus untuk perjalanan jarak jauh.
Harga tiket bervariasi sesuai kelas. Penumpang kelas ekonomi dapat membeli tiket seharga Rp 450.000, sementara kelas eksekutif ditawarkan dengan Rp 700.000. Bagi yang menginginkan kenyamanan ekstra, suite compartment tersedia dengan harga Rp 2.250.000.
Untuk jadwal keberangkatan, KA Sangkuriang berangkat pada sore hari. Keberangkatan dari Bandung dimulai pukul 14.45 WIB dan dari Ketapang pada pukul 15.00 WIB. Jadwal ini memudahkan penumpang yang ingin memulai perjalanan pada sore hari.
Dengan layanan ini, KAI tidak hanya menambah pilihan transportasi bagi warga Jawa Barat dan Jawa Timur, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan ekonomi regional. Perjalanan yang lebih panjang ini memberi kesempatan bagi penumpang untuk menikmati pemandangan alam dan budaya sepanjang jalur, sekaligus mempererat hubungan antarwilayah di Pulau Jawa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Empat Anakan Harimau Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen
Bandara Husein Sastranegara Dipertimbangkan Rute Luar Jawa
Trans Luxury Hotel Surabaya Buka, Soft Opening Rp999.000
Jatiluwih: Turis Asia Domestik Naik, Barat Turun Pasar Konflik
Pendaki Terjatuh di Gunung Semeru, Evakuasi Sempat Lama
Allo PayLater dan Allo Prime Diskon 20% di Trans Studio
Berita Terbaru
Empat Anakan Harimau Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen
Operasi Patuh 2026: 14 Hari Tepatkan Lalu Lintas Nasional
Vlahovic Bebas: Arsenal Tertarik, Juventus Tak Berikan Kontrak
Fabiola Elizabeth Tersangka Penipuan Online Internasional
Pedagang Valas Kaki Lima di Jalan Kwitang Terima Dolar Rusak
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
