Kampung Betawi Ismail Marzuki Buka di Setu Babakan

Rizki W. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 90 dibaca
Bisik.id
Kampung Betawi Ismail Marzuki Buka di Setu Babakan

Gambar atau konten salah?

Kampung Betawi Ismail Marzuki di Setu Babakan, Jakarta Selatan, menawarkan suasana tradisional yang tenang. Terletak di Jl. Moch Kahfi II, RT.13/RW.8, Srengseng Sawah, Jagakarsa, tempat ini dibuka untuk umum pada 13 Februari 2026. Sejak hari itu, pulau yang asri menjadi pelarian bagi warga kota yang ingin merasakan kehidupan Betawi. Kampung ini menampilkan arsitektur tradisional Betawi, dengan atap jerami dan pintu kayu ukir, serta kebun sayur kecil yang menambah kesan autentik.

Pada 29 April 2026, pasangan suami istri Maldi (48 tahun) dan Yuningsih (40 tahun) datang bersama dua anak kecil, yang antusias menjelajahi rumah-rumah adat sambil belajar tentang cerita-cerita Betawi dan tradisi setiap. Dalam percakapan, mereka menjelaskan tujuan kunjungan: memperkenalkan generasi muda pada kekayaan budaya Betawi yang kini jarang terlihat di ibu kota.

“Sengaja ngenalin anak-anak ini lho rumah Betawi,” kata Maldi. Ia menekankan bahwa mengenal budaya lokal sejak usia dini dapat memperkuat identitas dan rasa kebersamaan dalam keluarga dan masyarakat.

Yuningsih, yang lahir dan besar di Betawi, menyoroti kenyamanan dan suasana pendidikan di kawasan ini. “Di sini enak, tidak begitu ramai. Kalau banyak pedagang-pedagang juga agak kurang enak. Kalau bisa yang dagang jangan sampai masuk ke sini, jadi bersih, buat santai keluarga lebih nyaman,” ujarnya. Yuningsih juga menilai bahwa ketenangan di sini membantu anak-anak belajar tanpa gangguan, sekaligus menumbuhkan rasa hormat terhadap lingkungan setiap.

Maldi menambahkan bahwa daya tarik utama adalah rumah-rumah adat Betawi yang teratur berjejer. “Yang pasti rumah-rumah ini yang bikin beda. Ada nama-namanya juga. Jadi kita tahu rumah Betawi itu banyak macamnya, ada rumah pesisir dan macam-macam, tergantung daerahnya,” ia jelaskan. Rumah-rumah tersebut dilengkapi dengan jendela kaca patri dan ukiran khas, yang menunjukkan keragaman arsitektur Betawi dari berbagai daerah di.

Melihat bangunan khas tersebut, Maldi merasakan nostalgia. “Zaman dulu Betawi kan kampungannya seperti ini, sekarang kan sudah beton semua. Suasananya emang enak. Paling nanti banyak yang pada ke sini,” ia ungkap. Maldi mengingat masa lalu ketika Betawi masih hidup di rumah-rumah tradisional, sebelum modernisasi menggantinya dengan beton dan kebun sawah.

Keduanya berharap pengelola menambah fasilitas tradisional agar suasana lebih hidup. “Ini kan kosong ya, rumah-rumah saja. Tapi kalau diadain semacam mainan dulu kayak gasing, egrang, congklak, biar suasananya hidup. Enggak sekadar rumah, tapi ada anak-anak nyobain, ‘Oh zaman dulu orang Betawi main ini lho,’ kata Maldi. Dia berharap pengelola dapat menambahkan area bermain tradisional agar anak-anak dapat merasakan aktivitas Betawi secara langsung dan menyatu dengan budaya.

Setu Babakan terbuka gratis setiap hari dari jam 06.00 hingga 18.00 WIB. Meski Museum Setu Babakan tutup pada hari Senin, Kampung Ismail Marzuki tetap melayani pengunjung tanpa henti. Pengunjung dapat menikmati suasana pagi dengan aroma kopi Betawi, serta melihat pertunjukan musik tradisional di area terbuka yang menyenangkan.

Shafrina Fauzia, perwakilan UPK PBB Setu Babakan, menjelaskan aturan kunjungan. “Kalau rombongan lebih baik bersurat dulu ke kami agar nanti didampingi pemandu, jadi lebih terarah. Untuk pengunjung individu, silakan langsung datang dan mengisi registrasi,” ujarnya. Shafrina menambahkan bahwa pendaftaran online juga tersedia untuk memudahkan proses masuk bagi pengunjung yang datang dalam jumlah besar dan.

Selain wisata rekreasi, tempat ini juga menyelenggarakan sesi pre‑wedding (dengan retribusi) dan kunjungan khusus atau penelitian hingga pukul 17.00 WIB. Bagi traveler yang mencari akhir pekan dengan nuansa budaya Betawi, Kampung Ismail Marzuki di Setu Babakan menjadi pilihan yang tepat. Dengan fasilitas yang lengkap, pengunjung dapat merasakan nuansa Betawi secara menyeluruh, dari arsitektur hingga kebudayaan lisan yang menarik dan.

Kampung BetawiSetu BabakanArsitektur tradisional BetawiBudaya BetawiKebun sayurPendidikan budayaKegiatan tradisionalPengunjung

Komentar

Memuat komentar...