Kegagalan Sistem Imigrasi Malaysia, Ribuan Terjebak Pagi

Ika P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 90 dibaca
Bisik.id
Kegagalan Sistem Imigrasi Malaysia, Ribuan Terjebak Pagi

Gambar atau konten salah?

Sistem imigrasi Malaysia mengalami kegagalan total pada pagi hari Kamis, 28 Mei 2025, membuat ribuan orang terjebak di antrean panjang di pos pemeriksaan di seluruh negeri. Antrean tersebut muncul di titik paling sibuk, yaitu perbatasan darat JohorSingapura, tempat ribuan warga Malaysia bergegas ke Singapura untuk bekerja.

Menurut laporan, pemadaman sistem nasional berlangsung selama sekitar lima jam. Dari pukul 04.30 pagi hingga 09.30 pagi waktu setempat, semua sistem berbasis komputer tidak berfungsi. Petugas imigrasi terpaksa memproses administrasi secara manual, baik bagi warga Malaysia maupun pelancong asing.

Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Malaysia mengungkapkan kepada The Star bahwa antrean panjang dilaporkan di kedua pos pemeriksaan darat Johor. Ia menambahkan, “Kami harus mengerahkan kembali semua personel kami untuk mengoperasikan loket manual di aula bus, jalur sepeda motor, dan kendaraan.”

Ia juga mengatakan, “Tidak hanya gerbang otomatis kami yang rusak, bahkan sistem pengenalan wajah kami pun juga tidak berfungsi.”

Insiden ini menjadi kerusakan sistem imigrasi terbesar kedua dalam satu bulan. Sebelumnya, pada 23 April 2026, ribuan pelancong terpaksa menunggu selama dua jam ketika sistem mengalami gangguan serupa.

Gangguan pada 28 Mei memengaruhi sebagian besar dari 114 pos pemeriksaan imigrasi di seluruh Malaysia, memaksa pemerintah menugaskan personel keamanan tambahan untuk menjaga ketertiban. Malaysia memiliki total 56 titik masuk melalui laut, 30 melalui darat, dan 28 bandara.

Meskipun banyak pelancong menyebutkan gangguan dimulai pukul 04.30 pagi, Direktur Jenderal Departemen Imigrasi Malaysia, Zakaria Shaaban, menyatakan bahwa insiden tersebut terjadi sekitar pukul 05.00 pagi dan berlangsung hingga pukul 08.45 pagi. Ia menjelaskan bahwa masalah teknis terjadi di pusat data Sistem Imigrasi Malaysia (MyIMMs).

“Sistem tersebut kembali online setelah pekerjaan perbaikan dilakukan. Sistem tersebut tidak diretas. Sistem MyIMMs sudah berusia 30 tahun. Masalah pasti akan terjadi,” kata Zakaria, yang dimuat oleh The Star.

MyIMMs, sistem lama yang telah beroperasi selama tiga dekade, diperkirakan akan digantikan oleh Sistem Imigrasi Terpadu Nasional (NIISe) pada 2028. Platform digital baru ini dirancang untuk memadukan verifikasi paspor, pemeriksaan visa, dan data pelancong ke dalam satu sistem.

Menurut Zakaria, gangguan serupa mungkin masih terjadi hingga NIISe beroperasi penuh. “Kami akan bertahan hingga sistem NIISe siap,” ujarnya, seperti dikutip oleh Channel News Asia.

Awal bulan ini, Menteri Dalam Negeri Saifuddin Nasution Ismail menginformasikan bahwa selama kunjungan ke Johor, vendor NIISe telah diinstruksikan untuk menyiapkan rencana mitigasi menjelang dimulainya operasi Sistem Transit Cepat (RTS) Johor Bahru‑Singapura tahun depan.

Goverment Malaysia berkomitmen untuk meminimalkan gangguan teknis pada sistem baru tersebut. Namun, insiden pada 28 Mei membuat banyak pelancong frustrasi. Beberapa melaporkan bahwa keterlambatan ini mengganggu jadwal kerja mereka.

Insiden ini menyoroti ketergantungan pada infrastruktur digital yang masih rentan. Meskipun sistem lama telah berusia tiga puluh tahun, perbaikan cepat berhasil mengembalikan layanan. Namun, rencana transisi ke NIISe menandai langkah penting menuju modernisasi kontrol perbatasan di negara ini.

Sistem Imigrasi MalaysiaPemadamanAntrean PanjangJohor-SingapuraMyIMMsNIISeInfrastruktur Digital

Komentar

Memuat komentar...