Kemdiktisaintek Luncurkan Program Rinjani 2026 Tingkatkan Jurnal
Gambar atau konten salah?
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berupaya untuk meningkatkan jumlah jurnal nasional yang mencapai tingkat Q1 (kuartal-1) Scopus melalui program Akselerasi Peningkatan Reputasi Jurnal Ilmiah Indonesia (Rinjani) pada Tahun Anggaran 2026. Jurnal Q1 Scopus merupakan tingkatan tertinggi dari jurnal internasional yang terindeks dalam pangkalan data Scopus. Setiap studi yang dipublikasikan di jurnal ini dianggap bergengsi dan memiliki standar seleksi yang ketat.
Program Rinjani tidak hanya fokus pada peningkatan peringkat, tetapi juga pada peningkatan berbagai aspek seperti kualitas, visibilitas internasional, dan dampak sitasi riset ilmuwan Indonesia. Dengan demikian, jurnal-jurnal dari Indonesia diharapkan dapat menjadi referensi ilmiah yang kredibel dan memperkuat reputasi sains serta teknologi Indonesia di tingkat global.
Pada 6 Maret 2026, Kemdiktisaintek mengadakan sosialisasi program Rinjani. Berikut adalah informasi lebih lanjut mengenai tujuan, sasaran, pendekatan, ruang lingkup, dan tahapan program tersebut.
Tujuan Program Rinjani 2026
- Meningkatkan kualitas pengelolaan jurnal ilmiah nasional dengan tata kelola editorial yang profesional, transparan, dan berstandar internasional.
- Meningkatkan visibilitas internasional jurnal Indonesia melalui jejaring editorial global, kualitas publikasi, dan diseminasi artikel ilmiah.
- Meningkatkan dampak sitasi publikasi ilmiah peneliti Indonesia dalam ekosistem ilmu pengetahuan global.
- Memperkuat peran jurnal nasional sebagai referensi ilmiah yang kredibel.
Sasaran Program Rinjani 2026
Program ini menyasar jurnal ilmiah di perguruan tinggi negeri dan swasta yang telah terindeks Scopus dan ada di SCImago Journal Rank (Q1-Q4).
Pendekatan Program Rinjani 2026
- Total sasaran: 144 jurnal (Q1=16 jurnal, Q2=30 jurnal, Q3 dan Q4=96 jurnal).
- Target yang layak dan proporsional, mempertimbangkan kesiapan jurnal di masing-masing kuartil.
- Bantuan akan diberikan pada jurnal terpilih, bukan berdasarkan jumlah saat ini.
Ruang Lingkup Program Rinjani 2026
- Workshop untuk editor dan reviewer mengenai manajemen naskah dan peer review yang objektif.
- Workshop penulisan artikel ilmiah untuk meningkatkan kualitas naskah yang masuk.
- Kerja sama dengan asosiasi dan lembaga untuk meningkatkan dampak dan jaringan review.
- Kolaborasi dengan peneliti ber-H-Index tinggi untuk penerbitan artikel.
- Pemberian penghargaan kepada penulis artikel terbaik.
- Pengelolaan website yang profesional dan SEO-friendly.
- Pembuatan konten diseminasi seperti ringkasan dan video pendek dari artikel.
- Promosi di media sosial untuk menjangkau peneliti global.
- Kegiatan lain yang mendukung peningkatan sitasi.
Tahapan Program Rinjani 2026
- Pengumuman dan pembukaan pendaftaran.
- Pengusulan Expression of Interest (EoI) sebagai pernyataan minat.
- Seleksi EoI dan penetapan shortlist.
- Penyusunan dan pengusulan proposal oleh jurnal yang terpilih.
- Penilaian proposal dan penetapan penerima.
- Penandatanganan kontrak kinerja.
- Pelaksanaan program dan pendampingan.
- Pemantauan.
- Penyusunan laporan akhir dan evaluasi.
Saat ini, Kemdiktisaintek belum mengumumkan kapan pendaftaran untuk program Rinjani 2026 akan dibuka. Hal ini karena masih dalam proses penetapan petunjuk teknis dan dokumen lainnya. Namun, Kemdiktisaintek menyatakan bahwa program ini akan segera dibuka dalam waktu dekat.
Program Rinjani 2026 diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas dan reputasi jurnal ilmiah di Indonesia, sehingga dapat bersaing di tingkat internasional dan memberikan dampak positif bagi dunia penelitian.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
122 Program Studi Tutup Akhir 2026, Menteri Jelaskan Alasan
UB SNBT 2026: 5.842 Lolos dari 82.613 Pilihan, Ketat
Helm Cerdas ITB Tuntun Pendeteksi Kelelahan Motor
Strip Tes Minyak Babi: Alat Praktis Deteksi Halal Rutin
Alumni Teknik ITB 2025: Penghasilan Rp 10 Miliar Tertinggi
Kampus Bisa Punya SPPG: Solusi Gizi Nasional, Tak Wajib!
Berita Terbaru
Kari Minang Depok, Gyudon Jakarta, Diet Rendah Sodium Jadi Tren
Mourinho Jadi Pelatih Real Madrid, Bek Konate & Dumfries
Rupiah Menembus Rp 18.000 Pagi Saat Dolar Tembus 18k Indonesia
PINDEX 2026: Pertamina Patra Niaga Pamer Teknologi Energi
IHSG Turun 4,15% Menembus Support 5.735, Investor Khawatir
Harga Emas Antam 24K Turun Rp15.000 per Gram di Bursa
