Kemendikdasmen Luncurkan WFH Hari Jumat untuk ASN Pendidikan
Gambar atau konten salah?
Jakarta, 05 April 2026 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan kebijakan work from home (WFH) bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang beroperasi di lingkungannya. Kebijakan ini berlaku mulai 1 April 2026 dan akan dievaluasi setiap dua bulan sekali.
Menurut Mendikdasmen Abdul Mu'ti, WFH akan dilakukan satu hari seminggu, yakni pada hari Jumat. Ia menegaskan, "Work from home bukan berarti libur ASN tetap bekerja penuh tanggung jawab, hanya saja dari lokasi yang berbeda, sementara layanan kepada masyarakat tetap berjalan dan mudah diakses."
Walaupun bekerja dari rumah, layanan publik tidak akan terhenti. Unit Layanan Terpadu (ULT) tetap dibuka dan diselenggarakan melalui tatap muka, posel, WhatsApp, dan telepon. "Layanan publik seperti Unit Layanan Terpadu (ULT) akan tetap dibuka dan diselenggarakan," tambah Mu'ti.
Untuk guru yang berstatus ASN, kebijakan WFH disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Jika siswa masuk ke sekolah, guru harus hadir di tempat. Mu'ti menyebutkan, "Guru Tetap Masuk Jika Siswa Masuk." Pengecualian dapat diterapkan sesuai aturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Selain WFH, pemerintah meluncurkan program Transformasi Budaya Kerja dan Gerakan Hemat Energi melalui Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 3 Tahun 2026. Program ini menargetkan efisiensi, efektivitas, dan adaptasi kerja ASN di lembaga pendidikan.
Upaya penghematan energi juga mencakup pengurangan penggunaan kendaraan dinas, perjalanan dinas, dan perluasan car free day (CFD). "Kami percaya, dengan semangat gotong royong, ASN, satuan pendidikan, dan masyarakat bisa bergerak bersama. Inilah transformasi menuju masa depan di mana kita tetap produktif, layanan tetap hadir, dan pendidikan bermutu dapat dirasakan oleh semua," ujar Mu'ti.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih menggunakan transportasi publik. "Kami ingin memastikan bahwa perubahan ini justru memperkuat kualitas layanan pendidikan, bukan menguranginya. Di saat yang sama, ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk mulai dari hal-hal sederhana menghemat energi, menggunakan transportasi publik, dan membangun kebiasaan baru yang lebih baik," tegasnya.
Dengan kebijakan ini, Kemendikdasmen berharap dapat memaksimalkan produktivitas ASN tanpa mengorbankan kualitas layanan pendidikan. WFH juga diharapkan dapat menurunkan konsumsi energi dan memperkuat budaya kerja yang lebih adaptif.
Dengan langkah ini, pemerintah menegaskan bahwa perubahan menuju masa depan yang lebih efisien dan berkelanjutan masih harus didukung oleh partisipasi aktif semua pihak, baik ASN, satuan pendidikan, maupun masyarakat luas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Beban Administrasi Pendidikan: Angka Menggantung Manusia
UIN Jakarta Buka Pendaftaran SPMB Mandiri Reguler 2026
Tiga Mahasiswa UGM Raih IPK 4,00 di Wisudawan Kedokteran
Pengumuman Hasil UTBK SNBT Perlu 20 Hari, Katakan Pak Eduart
KJP Plus 2026: 707.477 Murid Jakarta Dapat Dana Edukasi
Kemdikbud Rencanakan Seleksi Gabungan PTN‑PTS 2026
Berita Terbaru
Sokol Pyrzyce Rekrut Slamet, Pemain Indonesia Baru di Polandia
Reog Ponorogo Buka Peluang Pendidikan Tinggi bagi Pelajar
Haaland Datang ke AS, Norwegia Siap Piala Dunia 2026
Praxis MotoGP Hungaria 2026: Aldeguer Tercepat di Balaton
Kemenkeu Dukung Getaci: Tol 206,65 km Siap Dapat Investor
Purbaya: Data Warteg Tak Cukup, Butuh Penelitian Lanjutan
