Kenaikan Harga Obat di Jakarta Terkait Nilai Rupiah Turun

Dian P. · 3 min baca · 2 hari lalu · 11 dibaca
Bisik.id
Kenaikan Harga Obat di Jakarta Terkait Nilai Rupiah Turun

Gambar atau konten salah?

Di tengah pekan lalu, banyak warga Jakarta khawatir karena harga obat tiba‑tiba naik. Lonjakan ini diperkirakan berkaitan dengan melemahnya rupiah yang terus turun. Menurut Lucia Rizka Andalucia, Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, kenaikan tersebut tidak bisa dihindari.

Lucia mengatakan bahwa Kemenkes sudah berdiskusi dengan pelaku industri farmasi. Mereka diminta menghitung dampak dan menentukan batas maksimal kenaikan harga obat. “Kita sudah menghitung. Komponen yang terdampak kenaikan itu bahan baku dan bahan kemas. Bahan baku dan bahan kemas atau cost of goods sold (COGS), biaya produksi, porsinya sekitar 40 persen dari harga obat,” kata Rizka.

Di sisi lain, Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan, menegaskan bahwa kenaikan harga obat memang mungkin terjadi dalam kondisi ini. Namun ia menegaskan bahwa kenaikan tidak akan sebanding dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Menurutnya, harga obat dipengaruhi oleh sebagian komponen bahan baku yang menyesuaikan dengan harga pasaran internasional.

Menurut Budi, dua jenis obat yang paling terdampak fluktuasi nilai rupiah adalah obat dengan bahan baku impor dan obat yang dikonsumsi dalam jangka panjang. Ia menambahkan bahwa struktur industri farmasi Indonesia sangat rentan terhadap gejolak kurs karena sebagian besar bahan baku masih diimpor.

Pengamat kesehatan global dari Griffith University, Dicky Budiman, menilai ketergantungan harga obat pada fluktuasi rupiah sebagai isu ketahanan kesehatan nasional. Ia menekankan bahwa industri farmasi Indonesia selama ini sangat rentan terhadap perubahan nilai tukar.

Apakah masyarakat perlu khawatir dengan kenaikan ini? Dan apa upaya pemerintah untuk menekan risiko kenaikan harga obat akibat fluktuasi rupiah? Pertanyaan tersebut masih menjadi topik diskusi di berbagai forum kesehatan.

Beralih ke cerita lain, pada Senin, 15 Juni 2026 sore, seorang jukir perempuan bernama Kusriyati berusia 65 tahun menjadi pahlawan di Brebes. Ia berhasil menggagalkan aksi pencurian uang Rp 3,6 miliar di dalam satu unit mobil Pajero Sport. Kusriyati mengaku mendapat uang “terima kasih” sebesar Rp 100 ribu dari korban, yang kemudian ia bagikan kepada teman-temannya.

Suara Kusriyati memicu warga sekitar datang. Situasi membuat pelaku panik dan berusaha melarikan diri sambil membawa uangnya. Bagi warga, kejadian ini menjadi contoh keberanian dan kepedulian sosial.

Di dunia sepakbola, pada Rabu, 17 Juni 2026 WIB, Argentina memulai perjalanan Piala Dunia dengan kemenangan 3-0 atas Aljazair di Stadion Kansas City, Amerika Serikat. Kemenangan ini datang setelah Lionel Messi mencetak hattrick, tiga gol berturut‑turut, mulai dari menit ke-18.

Messi tidak hanya mencetak hattrick, ia juga melewati rekor striker Jerman, Miroslav Klose, sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia. Saat ini, Messi memiliki total 16 gol di kompetisi tersebut. Di pertandingan lain, Kylian Mbappé dan Erling Haaland juga menonjol. Mbappé mencetak dua gol saat Prancis mengalahkan Senegal 3-1, sementara Haaland mendapatkan debut manis dengan dua gol dalam kemenangan 4-1 atas Irak.

Penonton di seluruh dunia kini menunggu pertandingan Portugal, karena mereka belum menyaksikan Cristiano Ronaldo tampil di Piala Dunia 2026. Seberapa penting hattrick Messi saat menghadapi Aljazair? Seberapa kuat Timnas Prancis saat ini? Siapa tim yang berpeluang juara? Semua pertanyaan ini menjadi bahan perbincangan di kalangan penggemar sepakbola.

Peristiwa harga obat, aksi heroik jukir, dan prestasi sepakbola dunia menunjukkan betapa beragamnya peristiwa yang memengaruhi kehidupan sehari‑harinya. Dari ekonomi, sosial, hingga olahraga, setiap kejadian membawa dampak yang tidak dapat dipisahkan. Kenaikan harga obat menuntut perhatian pemerintah dan masyarakat, sementara keberanian seorang jukir menginspirasi warga. Di sisi lain, prestasi atlet menambah semangat nasional. Semua ini mencerminkan dinamika kehidupan di Indonesia dan di dunia.

harga obatrupiahKemenkesBudi Gunadi Sadikinketahanan kesehatanjukirPiala Dunia 2026Lionel Messi

Komentar

Memuat komentar...