Wabah Kolera di Borno: 90 Kematian, 12.000 Kasus, Kewalahan
Gambar atau konten salah?
Wabah kolera yang melanda wilayah Borno di Nigeria, sebuah daerah yang masih mengalami konflik, telah menewaskan setidaknya 90 orang dan menimbulkan lebih dari 12.000 kasus infeksi. “Ini adalah darurat kesehatan masyarakat yang sangat serius dan telah membuat infrastruktur kesehatan serta sistem tanggap darurat kita kewalahan,” tegas Kepala Badan Manajemen Perawatan Kesehatan Kontribusi Negara Bagian Borno, Saleh Kaza, yang dikutip dari Xinhua.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada hari Kamis waktu setempat. OCHA menegaskan bahwa wabah ini mulai merebak sejak awal bulan Mei lalu.
Menurut data OCHA, jumlah kematian melonjak tajam. Sebelumnya tercatat 74 korban jiwa dan sekitar 7.800 kasus infeksi. Kini, angka tersebut telah naik menjadi 90 kematian dan 12.000 kasus.
Untuk menanggapi krisis yang terus meningkat, lembaga bantuan kemanusiaan memperbesar kapasitas perawatan, pengawasan penyakit, dan penyediaan akses air bersih. Langkah ini diambil guna mendukung upaya pemerintah setempat dalam mengendalikan penyebaran kolera di wilayah tersebut.
Saleh Kaza menambahkan bahwa situasi saat ini berada pada tahap yang sangat kritis. Ia menegaskan bahwa infrastruktur kesehatan dan sistem tanggap darurat sudah kewalahan akibat kondisi darurat kesehatan masyarakat yang serius.
Otoritas kesehatan setempat menyatakan bahwa lonjakan kasus kolera dipicu oleh datangnya musim hujan tahunan yang memperparah kondisi infrastruktur air. Sebelumnya, pada bulan April, Nigeria Centre for Disease Control and Prevention (NCDC) telah menetapkan status siaga tinggi di 10 negara bagian karena tingginya risiko penyebaran kolera akibat curah hujan lebat dan banjir.
Wabah kolera di Borno menunjukkan betapa pentingnya kesiapsiagaan kesehatan dan infrastruktur air bersih, terutama di daerah yang rentan konflik. Peningkatan kapasitas bantuan dan pengawasan kesehatan menjadi kunci untuk menurunkan angka kematian dan infeksi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Jamu Jadi Warisan Budaya, Standar Keamanan Diperketat
76 Sekolah Hentikan Makan Gratis, 39.352 Siswa Terpengaruh
Jamu Kunyit Asam Terbukti Bantu Meredakan Sakit Menstruasi
Giselle Aespa Buka Rahasia Turun 10 Kg Selama 7 Tahun
BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Panjang, El Nino Kuat Berpotensi
Messi Tetap Juara: Diet Rutin Tanpa Pizza dan Soda
Berita Terbaru
Munas-Konbes NU di Kediri: UMKM, Kuliner, Sejarah dan Tradisi
Gempa 6,7: Bojonegoro Rasakan Ringan, Tanpa Gempa Darat
Foto Pria Kebaya di Kirab Malam 1 Suro Viral, Kontroversi Izin
Wabah Kolera di Borno: 90 Kematian, 12.000 Kasus, Kewalahan
Motor Bekas: Hindari Pajak Tinggi, Segera Balik Nama
Ancelotti Siap Ubah Formasi Brasil Menuju Pertandingan Haiti
Liverpool Tunjuk Andoni Iraola, Rencanakan Kembali Juara
Rockstar Buka Pre-Order GTA VI 25 Juni 2026, Rilis 19 Nov
SPMB Kota Depok: Posko Pengaduan Siap Tangani Pendaftaran SMP
KSEI Pangkat Ulang Fuad Rahmany, Tambah Indra dan Margeret
