Kolagen Minum vs Skincare: Mana Lebih Bermanfaat Kulit?

Ratna D. · 2 min baca · 20 hari lalu · 61 dibaca
Bisik.id
Kolagen Minum vs Skincare: Mana Lebih Bermanfaat Kulit?

Gambar atau konten salah?

Berbagai produk perawatan kulit kini menonjolkan kolagen sebagai bahan utama. Dari minuman kolagen yang diklaim dapat menjaga elastisitas kulit, hingga produk skincare yang mengandung kolagen, keduanya sama-sama populer di kalangan konsumen.

Kolagen adalah protein alami yang memberi struktur pada kulit. Sekitar 70% struktur kulit terdiri dari kolagen. Protein ini membantu kulit tetap kenyal, lembap, dan elastis. Selain itu, kolagen memfasilitasi proses regenerasi kulit dan mempertahankan kelembapan alami.

Seiring bertambahnya usia, tubuh menghasilkan kolagen lebih sedikit. Penurunan ini membuat kulit kehilangan elastisitas, sehingga muncul garis halus, kulit kendur, dan keriput. Faktor lain seperti paparan sinar ultraviolet, kebiasaan merokok, kurang tidur, dan pola makan tinggi gula juga dapat mempercepat kerusakan kolagen.

Kolagen minum dan kolagen skincare memiliki tujuan yang sama—menjaga kesehatan kulit—tetapi cara pemberiannya berbeda. Kolagen minum harus melewati sistem pencernaan sebelum dapat berguna bagi tubuh, sedangkan kolagen skincare diaplikasikan langsung ke permukaan kulit.

“Sebenarnya dua-duanya sama bagusnya. Perbedaannya ada pada rute pemberiannya. Kalau yang dioles ibaratnya langsung ke wajah atau langsung ke target kulitnya. Sedangkan kalau yang diminum, otomatis perlu melewati proses pencernaan dan targetnya bukan cuma wajah, tapi seluruh tubuh,” kata dr Silvia Kartika, dokter estetika di Seraphim Medical Center.

Produk kolagen skincare biasanya berisi kolagen dengan ukuran molekul besar. Karena itu, kolagen sulit menembus lapisan kulit yang lebih dalam. Manfaat utama yang sering dikaitkan dengan produk ini adalah hidrasi dan perbaikan skin barrier. Hasilnya, kulit terasa lebih lembut dan terhidrasi sementara waktu. Penelitian dalam jurnal Molecules mendukung efek tersebut.

Di sisi lain, kolagen minum dipecah menjadi peptida dan asam amino setelah dicerna. Senyawa ini kemudian digunakan tubuh untuk membangun kolagen baru, termasuk di kulit. Beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi kolagen hidrolisat secara rutin selama 8‑12 minggu dapat meningkatkan elastisitas dan hidrasi kulit, terutama pada orang dewasa. Temuan ini juga didukung oleh jurnal International Journal of Dermatology.

Efektivitas kolagen tidak sama bagi semua orang. Hasil yang diperoleh dipengaruhi oleh usia, pola makan, kualitas tidur, paparan sinar matahari, dan kebiasaan merokok. Oleh karena itu, penggunaan kolagen sebaiknya diimbangi dengan gaya hidup sehat dan perawatan kulit yang sesuai kebutuhan.

Menurut dr Silvia, baik kolagen minum maupun kolagen skincare dapat digunakan sesuai kebutuhan kulit masing-masing. Tidak ada satu produk yang dapat dianggap paling unggul untuk semua orang. Kolagen juga bukan solusi instan untuk membuat kulit awet muda. Hasil perawatan kulit tetap dipengaruhi pola hidup sehari-hari, mulai dari asupan nutrisi, penggunaan sunscreen, hingga kualitas tidur.

Jadi, daripada memikirkan mana yang lebih efektif, yang lebih penting adalah memahami fungsi masing-masing produk dan menyesuaikannya dengan kebutuhan kulit. Jika kulit terasa kering dan kurang elastis, kolagen minum bisa menjadi pilihan karena memengaruhi seluruh tubuh. Jika tujuan utama adalah hidrasi dan perbaikan barrier kulit, kolagen skincare dapat memberikan hasil yang lebih cepat di permukaan kulit.

Perbedaan utama antara kolagen minum dan kolagen skincare terletak pada rute pemberian dan targetnya. Kolagen minum memerlukan proses pencernaan dan dapat memengaruhi seluruh tubuh, sementara kolagen skincare bekerja di permukaan kulit dan lebih fokus pada hidrasi. Kombinasi keduanya, disertai pola hidup sehat, dapat menjadi strategi sederhana untuk menjaga kulit tetap sehat dan terhidrasi.

kolagenskincareminum kolagenelastisitas kulithidrasipencernaanpola hidup sehat

Komentar

Memuat komentar...