Komodo dibatasi 1.000 orang per hari, cari destinasi lain
Gambar atau konten salah?
Kuota wisatawan di Taman Nasional Komodo dibatasi hingga 1.000 orang per hari. Pada 17 April 2026, Koordinator Urusan Kehumasan, Kerja sama dan Pelayanan Perizinan Balai TN Komodo Maria Rosdalima Panggur mengimbau pengunjung untuk menelusuri destinasi lain di Labuan Bajo.
“Jika pengunjung sudah telanjur berada di Labuan Bajo maka pengunjung dapat berwisata ke destinasi lain di Labuan Bajo dan sekitarnya sambil menunggu jadwal kunjungan ke TN Komodo,” ujarnya.
Pengaturan ini muncul setelah diberlakukannya kuota masuk 1.000 orang per hari ke Taman Nasional Komodo bagi wisatawan yang ingin berkunjung. Pihak Balai Taman Nasional menekankan bahwa kebijakan ini bertujuan menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengatur arus wisata.
Dia menambahkan, “Banyak destinasi wisata menarik yang tidak kalah bagus dengan yang ada di wilayah perairan Taman Nasional Komodo.”
“Sehingga kami berharap pelaku usaha pariwisata dapat menyampaikan kepada calon pengunjung untuk memesan tiket aktivitas wisata jauh-jauh hari dengan memastikan ketersediaan kuota di hari kunjungan,” tambah Maria.
Selain itu, pengunjung diharapkan selalu mewaspadai dan memperbarui informasi terkait tujuan wisata untuk menghindari kegagalan kunjungan ke Taman Nasional Komodo.
Inisiasi pengaturan kunjungan berbasis daya dukung dan daya tampung wisata dimulai sejak 01 Mei 2025. Pertemuan awal difokuskan pada sosialisasi rencana, serta melibatkan pelaku wisata dalam menyusun, merencanakan, merancang mekanisme, dan mengevaluasi dampak.
FGD dilakukan secara terpisah untuk setiap asosiasi: 19 Juni 2025 dengan asosiasi leisure trip (ASITA, HPI); 14 Juli 2025 dengan asosiasi marine tourism (DOCK, Jangkar, Gahawisri, P3Kom); dan 24 Juli 2025 dengan asosiasi transportasi wisata (Asset, Askawi, dan pemilik kapal).
Hasil FGD masing-masing kelompok dipaparkan kembali pada 06 Oktober 2025, diikuti diskusi mengenai skema pengaturan kunjungan yang paling mudah diaplikasikan.
Skema yang dipilih bertujuan memberikan dampak positif atau optimal bagi lingkungan, tanpa menimbulkan gangguan signifikan pada kondisi ekonomi dan sosial saat ini.
Pada 04 Februari 2026, kebijakan baru diumumkan secara resmi. Selanjutnya, pada 11 Februari 2026, BTN Komodo, instansi pemerintah terkait, serta semua perwakilan dan anggota asosiasi melakukan evaluasi terhadap penerapan kebijakan tersebut.
Dia menegaskan, “Kebijakan itu tentu saja masih perlu penyempurnaan.” Ia menambahkan bahwa proses ini membuka ruang diskusi bagi semua pihak untuk terus memberikan masukan sehingga kebijakan dapat berjalan lebih baik.
“Namun, dengan adanya dinamika lain yang terus berkembang, itu akan menjadi atensi khusus bagi BTN Komodo,” ujarnya.
Dengan langkah-langkah terstruktur dan partisipasi aktif pelaku industri, Taman Nasional Komodo berusaha menyeimbangkan antara pelestarian alam dan kebutuhan wisatawan, sambil mempersiapkan adaptasi terhadap perubahan dinamika di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Jatiluwih: Turis Asia Domestik Naik, Barat Turun Pasar Konflik
Pendaki Terjatuh di Gunung Semeru, Evakuasi Sempat Lama
Allo PayLater dan Allo Prime Diskon 20% di Trans Studio
Prabowo Aktifkan Bandara Husein, Bandara Kertajati Terancam
Bandara Husein Siap Kembali, Kertajati Tertinggal
BookCabin Travel Fair Jakarta: Promo Umrah & Flash Sale 2026
Berita Terbaru
SIM Keliling Kembali Operasi di Badung dan Buleleng Pusat
Italia 1-0 Luksemburg, Baldini Raih Kemenangan Muda
Belanda Kalah 0-1 dari Aljazair, Persiapan Piala Dunia 2026
Zodiak Cancer 4 Juni 2026: Hari Ramai Air dan Keberuntungan
Zodiak Virgo 4 Juni 2026: Hari Bintang, Peluang Romantis & Karier
Zodiak Aries 4 Juni 2026: Energi Baru dan Peluang Cinta
Zodiak Libra 4 Juni 2026: Keseimbangan Hari, Cinta, Karier & Kesehatan
Zodiak Scorpio 4 Juni 2026: Panduan Hari Terbaik Hari
Zodiak Leo 4 Juni 2026: Energi Matahari Menuntun Hari Anda
Zodiak Gemini: 4 Juni 2026, Hari Dinamika Kencan dan Karier
