Konflik Timur Tengah Dorong Wisata Domestik Sarawak

Vera T. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 70 dibaca
Bisik.id
Konflik Timur Tengah Dorong Wisata Domestik Sarawak

Gambar atau konten salah?

Konflik di Timur Tengah bisa jadi dorongan bagi pariwisata domestik Malaysia, khususnya di Sarawak. Menteri Pariwisata, Industri Kreatif, dan Seni Pertunjukan Sarawak, Abdul Karim Rahman Hamzah, menekankan bahwa ketidakpastian global sering membuat orang lebih memilih berwisata di dalam negeri daripada ke luar negeri.

“Berdasarkan pengalaman masa lalu, misalnya saat pandemi Covid-19, meskipun perbatasan ditutup dan penerbangan dibatasi, industri pariwisata Sarawak tetap tangguh melalui berbagai inisiatif,” ungkapnya. Ia mengingatkan bahwa pada masa pandemi, pemerintah Sarawak meluncurkan berbagai program untuk menjaga kelangsungan sektor ini.

Salah satu program yang mendapat sorotan adalah kampanye Sia Sitok, yang menurutnya berhasil mendorong warga lokal menjelajahi destinasi wisata di Sarawak. Kampanye ini menargetkan peningkatan kunjungan dalam negeri melalui promosi menarik dan kolaborasi dengan pelaku industri.

Karim juga menegaskan kesiapan pemerintah menghadapi krisis berkelanjutan. Ia menyebutkan adanya Rencana Pembangunan Pasca-Covid-19 2030 sebagai strategi darurat. “Jika situasinya memburuk, baik Pemerintah Sarawak maupun pemerintah federal memiliki rencana untuk meringankan beban masyarakat. Tidak perlu panik. Kita harus mengambil pendekatan positif menghadapi tantangan apa pun,” ujarnya.

Meski demikian, ada kekhawatiran mengenai dampak konflik ini pada pariwisata internasional. Awal bulan ini, TA Research menyatakan bahwa kampanye Visit Malaysia 2026 berpotensi terdampak ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan perubahan sentimen global. Lembaga riset tersebut menilai target Visit Malaysia 2026 yaitu 47 juta kedatangan internasional dan pendapatan pariwisata sebesar RM329 miliar (Rp 1,300,87 triliun) bisa terhambat akibat konflik.

Ketegangan meningkat sejak 28 Februari 2026, saat Israel dan AS menyerang Iran, yang kemudian membalas dengan serangan terhadap Israel dan kepentingan AS di negara-negara Teluk. Peristiwa ini menambah ketidakpastian di kalangan pelancong internasional.

Di sisi lain, pertumbuhan pariwisata domestik Malaysia sudah terlihat dari capaian tahun lalu. Menurut laporan Travel‑Leisure, pariwisata domestik Negeri Jiran tumbuh 13,3 % di tahun 2025 dengan capaian RM121,0 miliar (Rp 510,85 triliun). Departemen Statistik Malaysia (DOSM) mencatat total wisatawan domestik Malaysia mencapai 290,1 juta, tumbuh 11,5 % dari tahun 2024. Angka ini menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi negara.

Dengan situasi yang terus berubah, sektor pariwisata Malaysia menunjukkan ketahanan dan adaptasi. Kekuatan kampanye lokal dan rencana strategis pemerintah dapat memanfaatkan peluang domestik, sementara tantangan internasional tetap menjadi fokus perhatian.

pariwisata domestik Malaysiakonflik Timur TengahSia Sitok kampanyeCovid-19 pandemiVisit Malaysia 2026ketegangan geopolitikpembangunan pasca-Covid-19 2030

Komentar

Memuat komentar...