Kontroversi Juri Beda Nilai Cerdas Cermat Kalimantan Barat

Yuli S. · 2 min baca · 22 hari lalu · 70 dibaca
Bisik.id
Kontroversi Juri Beda Nilai Cerdas Cermat Kalimantan Barat

Gambar atau konten salah?

Sabtu, 09 Mei 2025, Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI berlangsung di tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Kompetisi ini menampung peserta dari berbagai sekolah, termasuk SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas.

Dalam kompetisi tersebut, dewan juri menilai jawaban yang sama dari dua peserta secara berbeda. Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus lima, sementara Grup B dari SMAN 1 Sambas diberi nilai 10 oleh juri yang sama, yaitu Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita Widya Budi.

Reaksi publik di media sosial mengangkat istilah “artikulasi” yang diklaim juri sebagai alasan perbedaan nilai. Banyak pengguna menilai perlakuan tersebut tidak adil.

Di tengah kontroversi, Rifqinizamy Karsayuda, anggota MPR sekaligus alumnus SMAN 1 Pontianak, menghubungi Josepha Alexandra, salah satu siswa yang tergabung dalam tim lomba. Ia melakukan panggilan video melalui akun Instagram @bang.rifqi.mrk pada Rabu, 13 Mei 2025.

Dalam percakapan tersebut, Rifqi mengundang Josepha dan orang tua untuk mengunjungi MPR. Ia juga menyampaikan permintaan maaf atas insiden lomba. “Saya minta maaf ya Josepha kalau ada kesalahan dalam proses lomba cerdas cermat kemarin tingkat final di Pontianak Kalimantan Barat. Nanti secara institusi Josepha, MPR akan memberikan klarifikasi dan permohonan maaf,” ujar Rifqi.

Selanjutnya, Rifqi menawarkan beasiswa kuliah gratis ke China bagi Josepha. “Yang ketiga kalau Josepha berkenan, Abang mau kasih beasiswa kuliah gratis ke China. Nanti tolong kasih tahu orang tua,” ujarnya.

Josepha terlihat senang dengan tawaran tersebut dan mengonfirmasi keberangkatannya ke Jakarta untuk mengunjungi MPR. Perjalanan tersebut didampingi kepala sekolah dan pihak humas sekolah.

Insiden ini menyoroti ketidaksetaraan penilaian dalam kompetisi tingkat provinsi dan bagaimana lembaga pendidikan serta pejabat dapat merespons. Penawaran beasiswa oleh Rifqi menambah lapisan kompleksitas, menegaskan peran individu dalam memperbaiki ketidakadilan yang dialami siswa.

Lomba Cerdas CermatKalimantan BaratSMAN 1 Pontianakbeasiswa Chinaketidakadilan penilaianMPR RI

Komentar

Memuat komentar...