Kopi Kona: Hanya Di Hawaii, Harga Termahal Dunia, Rasa Unik

Lia N. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 47 dibaca
Bisik.id
Kopi Kona: Hanya Di Hawaii, Harga Termahal Dunia, Rasa Unik

Gambar atau konten salah?

Hawaii tetap menjadi satu-satunya negara bagian di Amerika Serikat yang menanam kopi secara komersial. Di pulau ini, varietas Kopi Kona dikenal karena rasa uniknya, dan tanah vulkanik serta iklim mikro tropis di sana membuatnya menjadi tempat ideal untuk budidaya kopi spesial. Bahkan, kopi ini termasuk yang termahal di dunia.

Harga kopi arabika Hawaii dapat bervariasi mulai dari $30 hingga lebih dari $100 per pon (ukuran berat AS). Jika harganya lebih murah, biasanya berarti kopi tersebut bukan asli.

Sejarahnya bermula pada tahun 1825, ketika Kepala Suku Boki, gubernur Oahu, berkunjung ke Brasil untuk mengambil bibit kopi. Dengan bibit tersebut, John Wilkinson, seorang ahli pertanian, berhasil menanam kebun kopi pertama di Oahu. Dari pohon-pohon itu lahirlah perkebunan kopi pertama di wilayah Kona.

Di pulau-pulau Hawaii, kopi umumnya ditanam di empat pulau: Kauai, Kona, Maui, dan Molokai. Pada tahun 1866, setelah mengunjungi Kerajaan Hawaii, penulis terkenal Mark Twain menulis: “Saya pikir kopi Kona memiliki cita rasa yang lebih kaya daripada kopi lainnya, di mana pun ditanam dan disebut dengan nama apa pun yang Anda suka.” Pernyataan ini menegaskan betapa khasnya rasa kopi Kona.

Selanjutnya, pada tahun 1892, biji kopi Guatemala dibawa ke Hawaii untuk memperkuat stok asli Brasil. Varietas baru, Typica, merupakan salah satu varietas pusaka lama yang dibawa ke Amerika ketika kopi mulai dibudidayakan secara luas. Karena kopi cenderung bermutasi dan beradaptasi dengan iklim, Typica Guatemala ini kemudian banyak ditanam di Kona dan kini dikenal sebagai varietas tersendiri, Kona Typica.

Hari ini, banyak perkebunan di Hawaii secara eksklusif menanam Kona Typica. Banyak orang menganggap varietas ini sumber utama cita rasa khas kopi Kona. Walaupun sebagian besar kopi arabika utama di dunia tumbuh di dataran tinggi, kopi Hawaii tumbuh di dataran rendah. Menanam kopi di lereng gunung berapi membantu menghasilkan rasa unik pada biji kopi tersebut.

Kopi Kona tumbuh di lereng barat gunung berapi Mauna Loa dan Hualalai. Wilayah ini terlindung dari angin timur, sehingga tanaman kopi tidak terpapar angin kencang. Pagi di Kona biasanya cerah, sedangkan sore sering berawan dan hujan. Kondisi ini menciptakan suhu yang merata serta jumlah sinar matahari dan air yang tepat bagi pertumbuhan kopi. Tanah vulkanik yang kaya nutrisi membuat kondisi pertumbuhan kopi menjadi sangat optimal.

Artikel ini ditulis oleh Hari Suroto, yang bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara. Dengan kombinasi tanah vulkanik, iklim mikro, dan sejarah panjang budidaya, kopi Kona tetap menjadi contoh bagaimana faktor lingkungan dan adaptasi varietas dapat menghasilkan produk kopi dengan karakteristik yang sangat berbeda dari kopi di tempat lain.

Kopi KonaHawaiiTanah vulkanikIklim mikroTypicaHarga kopiMark Twain

Komentar

Memuat komentar...