Laba BCA Tembus Rp29,5 Triliun di Semester I 2026

Dewi M. · 2 min baca · 5 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
Laba BCA Tembus Rp29,5 Triliun di Semester I 2026

Gambar atau konten salah?

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat laba bersih sebesar Rp 29,5 triliun pada paruh pertama tahun 2026. Angka ini didorong oleh pertumbuhan kredit perusahaan yang mencapai 8% hingga semester I-2026.

Hera F. Haryn, selaku Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Social Responsibility BBCA, menjelaskan bahwa kredit perseroan tumbuh 8% secara year on year (yoy). Untuk pertama kalinya, nilai kredit tersebut menembus angka Rp 1.036 triliun. Pertumbuhan ini didukung oleh kenaikan giro dan tabungan, yang dikenal sebagai Current Account Saving Account (CASA).

"Penyaluran kredit BCA per semester 1 2026 tumbuh 8% year on year dan untuk pertama kalinya menembus angka Rp 1.000 triliun, tepatnya senilai Rp 1.036 triliun. Capaian tersebut didukung pendanaan solid dengan pertumbuhan giro dan tabungan CASA 10,2% year on year mencapai Rp 1.082 triliun," ungkap Hera dalam konferensi pers virtual pada Selasa, 28 Juli 2026.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA tercatat naik 7,9% yoy menjadi Rp 1.284 triliun. Porsi CASA BCA mencapai 84,3% dari total DPK. Biaya dana atau cost of fund juga terjaga hingga semester I-2026.

Hera menekankan bahwa penyaluran kredit BCA dilakukan berdasarkan prinsip kehati-hatian dan kondisi likuiditas perusahaan. Dari segi segmen, BCA menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif senilai Rp 802 triliun, meningkat 11% yoy.

Penyaluran kredit produktif mencakup pembiayaan korporasi yang tumbuh 13,6% yoy menjadi Rp 513,4 triliun. Kredit komersial dan UKM juga mengalami pertumbuhan 6,6% yoy, mencapai Rp 288,5 triliun.

Posisi loan at risk (LAR) dan non-performing loan (NPL) terjaga masing-masing di level 4,9% dan 1,9%. Hasilnya, BCA membukukan laba bersih dan entitas anak mencapai Rp 29,5 triliun hingga semester I-2026.

Pada pembiayaan hijau, BCA mencatat pertumbuhan sebesar 19% yoy mencapai Rp 123 triliun. Capaian ini ditopang oleh pembiayaan berkelanjutan di sektor energi terbarukan yang tumbuh hingga 82% yoy mencapai Rp 7,7 triliun. Kredit kendaraan motor listrik juga tumbuh 25% yoy mencapai Rp 4 triliun.

"Total laba BCA dan entitas anak pada semester I-2026 mencapai Rp 29,5 triliun," pungkas Hera.

Kinerja ini menunjukkan bahwa BCA berhasil menjaga pertumbuhan kredit dan kualitas aset di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Pertumbuhan CASA yang kuat menjadi fondasi utama, sementara ekspansi di sektor hijau mulai memberikan kontribusi nyata.

laba bersih BBCApertumbuhan kreditCASADana Pihak Ketigapembiayaan hijaukredit korporasiNPL

Komentar

Memuat komentar...