Lampu Mati, Tanaman Kurang: Taman Mahoni Minta Perbaikan
Gambar atau konten salah?
Taman Mahoni terletak di Cibubur, Jakarta Timur, menjadi tempat nongkrong, bermain, dan jogging bagi warga sekitar. Namun, beberapa lampu di taman masih mati, dan banyak yang berharap ada lebih banyak tanaman agar suasana menjadi lebih sejuk.
Observasi di taman pada Senin, 06 April 2026 menunjukkan halaman rumput hijau, jalur pejalan kaki melingkar, dan area tempat duduk beton yang didukung pepohonan di berbagai sisi. Seperti namanya, pohon mahoni menonjol di depan taman.
Rafli, 20 tahun, asal Ambon dan bekerja di Jakarta, mengaku taman ini favoritnya untuk bersantai. “Ya mumpung rumah deket kan, jalan aja ke sini. Cuma santai doang sendiri,” ujarnya. Ia menilai taman bersih dan terawat, memuji petugas kebersihan yang rutin menyapu. Menurutnya, koneksi internet gratis menjadi daya tarik tersendiri. “Wifi free, enak ya. Banyak juga yang main-main di sini, nongkrong kan. Ada yang olahraga,” tambahnya.
Riki Setiawan, 28 tahun, warga Kampung Baru, sering mengunjungi taman bersama anaknya. Ia menyatakan taman ini menjadi pilihan utama untuk menghibur anak. “Nggak semuanya kaum menengah ke bawah bisa ke Ancol gitu. Taman ini mah, gua lebih ke nyenangin bocah lah, nggak jauh, deket juga dari rumah,” kata Riki sambil memantau anaknya.
Taman dilengkapi area bermain anak, lengkap dengan perosotan biru, tiang panjat kuning dan merah cerah, serta alas karet gelap. Selain itu, terdapat ayunan dan lapangan futsal. Meski fasilitas ini bermanfaat, masih ada ruang untuk peningkatan.
Riki menyoroti dua masalah utama: kurangnya peralatan bermain dan terbatasnya pohon peneduh. “Kurang, inian aja, pepohonannya kurang banyaklah kalau kita bilang biar adem gitu. Apalagi, Jakarta Timur banyak pabrik juga,” jelasnya. Ia mengusulkan penambahan wahana: “Cuman dua item, lapangan futsal (dan perosotan). Cuman masih ada ruang kosong kan Bisa lah dibikin 3, 4, 5 lagi biar lebih ramai. Nggak usah bayar-bayar, namanya umum ya kan,” sarannya.
Rafli mengangkat isu lampu yang mati. “Pencahayaannya harus ditambah. Banyak juga lampu yang udah nggak ini (menyala), apalagi buat malam ya,” katanya. Ia juga menilai beberapa pengunjung kurang menjaga kebersihan. “Kalau saran sih buang sampah ya pada tempatnya aja. Padahal fasilitasnya sudah ditaruh tempat sampah, tapi nggak ditaruh di tempat sampah,” ujarnya.
Taman Mahoni tetap menjadi ruang rekreasi penting bagi warga, tetapi lampu, peralatan bermain, dan penanaman pohon perlu ditingkatkan agar lebih nyaman dan aman bagi semua kalangan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gamelan Bali dan Tarian Tampil di Pagi SF Indo Cita
Liburan Baru Fokus Istirahat: Tren Sleep Tourism Meningkat
Serenada di Enchanting Valley: Konser Dua Hari Buka Puncak
Bayi Orangutan Sumatera Lahir di Cagar Alam Jantho 2026
Serenada Enchanting Valley: Konser Musik di Puncak Bogor
Kemenpar Luncurkan Program Penertiban Akomodasi 2026
Berita Terbaru
Orang Tua Kritik Menu MBG Cibodas: Nugget, Anggur, Kedelai
Argentina Skuad Piala 2026: Messi Sang Unggul, Generasi Baru
Ika Sartika 50, Ditolak Lowongan Rumah Tangga di Ciamis
Ariston Perkenalkan Lini Pemanas Air Baru di Indonesia
Bandung Siapkan Mesin Insinerator 5 Ton/Jam untuk TPS Ciwastra
Temuan Arca dan Logam Kuning di Candi Losari, Magelang
Persaingan Tinggi pada UTBK Plus Unair 2026 Untuk Mahasiswa
Influencer Jakarta Viral Cosplay Disabilitas, Kontroversial
Prabowo Tekankan Standar 8 Potong Ayam MBG, Kumink Jelaskan
