Lebaran Bawa Kenaikan Berat Badan, Pakar Peringatkan Risiko

Wulan M. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 44 dibaca
Bisik.id
Lebaran Bawa Kenaikan Berat Badan, Pakar Peringatkan Risiko

Gambar atau konten salah?

Lebaran selalu menjadi waktu yang penuh keceriaan, di mana keluarga berkumpul dan hidangan lezat disajikan. Karena begitu banyak orang menikmati makanan enak, tidak jarang berat badan naik setelah perayaan. Fenomena ini sering disebut “Lebaran jadi lebar-an”.

Dr. Listya Tresnanti Mirtha, SpKO(K), seorang spesialis kedokteran olahraga, menjelaskan bahwa tambahan kalori sekitar 7.000–7.700 dapat menyebabkan kenaikan berat badan sekitar 1 kg. Ia menegaskan bahwa jika kenaikan berat hanya terjadi satu tahun saja, biasanya tidak menimbulkan masalah serius.

Di acara pada Rabu, 25 Maret 2026, ia berkata, “Yang bermasalah itu adalah setiap tahun itu kan Lebaran ya, jadi belum sempat kembali ke berat badan awal, bertemu lagi tahun depan, kejadiannya begini lagi.”

Ia menambahkan, “Nah itu yang sebetulnya berpotensi mengalami masalah metabolik.” Dr. Tata menjelaskan bahwa setelah berpuasa, tubuh belum kembali ke rutinitas aktivitas dan pola makan normal. Akibatnya, saat Lebaran tiba, tubuh langsung mengonsumsi banyak makanan dan belum sempat membakar kalori tersebut.

Ia juga menyoroti bahwa kenaikan berat badan selama Lebaran tidak selalu disebabkan oleh makanan. Retensi cairan, misalnya akibat minum berlebihan, juga dapat berkontribusi. “Jadi, belum kembali ke aktivitas awal, baik itu aktivitas maupun makannya. Apalagi ketika Lebaran kita berhadapan dengan sesuatu yang manis‑manis dan enak‑enak,” pungkasnya.

Secara keseluruhan, kenaikan berat badan setelah Lebaran biasanya bersifat sementara. Menjaga pola makan seimbang dan kembali aktif secara rutin dapat membantu tubuh kembali ke kondisi normal.

Lebarankenaikan berat badankalorimetabolikretensi cairanpola makan seimbangaktivitas

Komentar

Memuat komentar...