Legging Berbahaya di Pesawat: Pakar Sarankan Katun
Gambar atau konten salah?
Legging sering dipilih penumpang karena praktis dan nyaman. Bahan elastisnya mudah dipadupadankan, sehingga banyak yang menganggapnya pilihan terbaik untuk perjalanan jarak jauh. Namun, kenyamanan itu tidak selalu selaras dengan keamanan. Pakar penerbangan mengingatkan bahwa memakai legging saat naik pesawat dapat meningkatkan risiko cedera serius jika terjadi kecelakaan.
Menurut Christine Negroni, penulis buku tentang bencana udara paling misterius di dunia, penggunaan legging dapat berbahaya dalam situasi darurat. Ia menulis pada 09 April 2026 di New York Post, “pakaian yang dikenakan penumpang bisa menjadi faktor penentu keselamatan.” Legging, yang umumnya terbuat dari bahan sintetis, mudah terbakar dan dapat meleleh, menempel pada kulit saat terkena api. Hal ini dapat memperparah luka dan menghambat evakuasi.
Dalam skenario pesawat jatuh atau kebakaran di kabin, penumpang diharuskan segera keluar. Pakaian yang menempel atau terbakar dapat menghalangi gerakan cepat. Negroni menyarankan penumpang memilih pakaian berbahan katun atau serat alami yang lebih aman. Ia juga menekankan pentingnya tidak melepas sepatu, terutama saat lepas landas dan mendarat, agar mobilitas tetap optimal saat harus berlari atau melakukan evakuasi.
Selain legging, pakaian lain yang sebaiknya dihindari saat naik pesawat termasuk:
1. Skinny jeans – Celana ketat ini dapat membatasi pergerakan, menambah ketidaknyamanan, dan meningkatkan risiko kembung perut selama penerbangan. Andrea Fischbach, pramugari American Airlines, menegaskan bahwa kembung adalah masalah umum di kabin, bahkan bagi awak kabin. Ia merekomendasikan pakaian yang nyaman di pinggang, seperti yang berbahan elastis. Pakaian ketat juga dapat memicu Deep Vein Thrombosis (DVT), yaitu pembekuan darah di vena kaki akibat posisi duduk terlalu lama dan sirkulasi darah terhambat.
2. Celana pendek – Tommy Cimato, pengguna TikTok yang dikenal lewat akun Escape, memperingatkan penumpang untuk tidak mengenakan celana pendek. Ia menyarankan celana panjang yang menutupi seluruh bagian kaki. Celana panjang dapat melindungi kulit dari kontak langsung dengan kursi pesawat, yang kebersihannya tidak selalu terjamin. Ini penting untuk meminimalkan paparan kuman atau bakteri yang dapat menempel di kursi dan mengakibatkan infeksi atau gangguan kesehatan lainnya.
Berbeda dengan pakaian yang dihindari, beberapa jenis pakaian direkomendasikan untuk dipakai saat penerbangan. Menurut Travel+Leisure pada 09 April 2026, pakaian berikut dapat meningkatkan kenyamanan dan mengurangi risiko:
1. Celana training – Celana ini fleksibel dan tidak ketat. Bahan seperti katun, polyester lembut, atau jogger dengan karet pinggang cocok. Pilih yang tidak terlalu tebal agar tetap nyaman saat duduk lama. Ruang gerak lebih leluasa membantu tubuh tetap rileks dan mengurangi pegal.
2. Sepatu slip‑on – Sepatu tanpa tali memudahkan dilepas dan dipakai kembali. Model kanvas, loafers ringan, atau sneakers berbahan mesh menawarkan sirkulasi udara baik. Sepatu ini juga memudahkan pemeriksaan keamanan di bandara dan membuat kaki terasa lebih santai di kabin.
3. Kaos kaki yang nyaman – Pilih bahan katun, bambu fiber, atau elastis lembut. Kaos kaki panjang menutup betis dapat menjaga suhu kaki tetap hangat di kabin yang cenderung dingin.
4. Kaos katun – Atasan berbahan katun terasa adem dan menyerap keringat. Model seperti kaos combed, oversized, atau basic sederhana cocok dipakai lama. Kaos katun juga mudah dipadukan dengan jaket atau kemeja bila suhu kabin turun.
5. Kemeja dengan kancing ringan – Untuk tampil rapi tanpa mengorbankan kenyamanan, kemeja berkancing ringan berbahan katun tipis, chambray, atau flanel ringan dengan potongan longgar sangat cocok. Model ini praktis untuk layering, mudah dibuka atau dipakai kembali menyesuaikan suhu selama penerbangan.
Dengan memperhatikan pilihan pakaian, penumpang dapat meminimalkan risiko cedera dan meningkatkan kenyamanan selama perjalanan. Legging dan pakaian ketat lainnya dapat menghambat gerakan dan memperparah luka jika terjadi kecelakaan. Sebaliknya, pakaian berbahan katun atau serat alami, celana training, sepatu slip‑on, kaos kaki nyaman, kaos katun, dan kemeja ringan memberikan fleksibilitas dan keamanan. Memilih pakaian yang tepat bukan sekadar soal gaya, melainkan langkah penting dalam menjaga keselamatan di udara.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
