Lufthansa Potong 20.000 Penerbangan Jarak Pendek Musim Panas
Gambar atau konten salah?
Lufthansa memutuskan memangkas penerbangan jarak pendek karena harga avtur melonjak. Harga bahan bakar jet naik lebih dari dua kali lipat sejak perang AS‑Israel dengan Iran, yang memperlambat produksi dan transportasi avtur di Timur Tengah.
Keputusan ini mengikuti langkah serupa dari maskapai lain, seperti KLM dan Delta, yang sudah mengurangi rute mereka. Akibatnya, tiket penerbangan mulai naik karena biaya bahan bakar yang lebih tinggi.
Perusahaan rencana memangkas sekitar 20.000 penerbangan jarak pendek selama musim panas. Langkah ini ditekankan sebagai upaya menjaga efisiensi operasional di tengah tekanan biaya.
Menurut BBC pada 23 April 2026, lonjakan harga bahan bakar jet dipengaruhi oleh peran kilang minyak di Timur Tengah dalam rantai pasokan global. Kilang Al‑Zour di Kuwait, misalnya, menyumbang sekitar 10% impor bahan bakar jet Eropa, menurut Energy Intelligence.
Badang Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa Eropa berpotensi menghadapi kekurangan bahan bakar jet dalam beberapa minggu ke depan. Namun, pemerintah Inggris dan sejumlah maskapai belum melihat gangguan pasokan yang signifikan.
Manajemen Lufthansa menegaskan bahwa meski jaringan penerbangan di Eropa dikurangi, penumpang masih dapat mengakses rute global, terutama koneksi jarak jauh. Perusahaan juga menekankan bahwa penyesuaian ini bertujuan menjaga efisiensi di tengah tekanan biaya.
“Namun karena kenaikan harga bahan bakar jet, hal itu dicapai dengan cara yang jauh lebih efisien daripada sebelumnya,” kata manajemen.
Pengurangan ini diperkirakan dapat menghemat sekitar 40.000 metrik ton bahan bakar jet. Pengumuman datang setelah Lufthansa mempercepat penutupan layanan penerbangan Eropa CityLine pada pekan sebelumnya.
Selain itu, Lufthansa menghentikan operasional 27 pesawat dari program tersebut, sebagian dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak dan beban tambahan dari perselisihan tenaga kerja.
Perusahaan menyatakan bahwa sekitar 120 penerbangan pertama dari pengurangan ini telah mulai diterapkan pada hari Selasa. Rute yang terdampak antara lain Frankfurt ke Polandia dan Norwegia.
Dengan langkah ini, Lufthansa berusaha menyesuaikan operasi mereka terhadap kondisi pasar yang berubah, sambil tetap menyediakan jaringan penerbangan global bagi penumpang. Langkah ini mencerminkan upaya maskapai besar untuk mengelola biaya dan menjaga layanan dalam situasi ekonomi yang tidak menentu.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Trans Luxury Hotel Surabaya Buka, Soft Opening Rp999.000
Jatiluwih: Turis Asia Domestik Naik, Barat Turun Pasar Konflik
Pendaki Terjatuh di Gunung Semeru, Evakuasi Sempat Lama
Allo PayLater dan Allo Prime Diskon 20% di Trans Studio
Prabowo Aktifkan Bandara Husein, Bandara Kertajati Terancam
Bandara Husein Siap Kembali, Kertajati Tertinggal
Berita Terbaru
Jaga Kolam Ikan Rumah Bersih: Tips Pembersihan dan Nutrisi
Air Kelapa 15 Hari: Hidrasi, Pencernaan, Berat Badan
Praearcturus Gigas: Kalajengking Raksasa 1 Meter di Era Devon
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
Raymond-Indra dan Nikolaus-Joaquin Kalah, Fokus Tampil
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
