Lukisan Tertua Dunia Ditemukan di Pulau Muna, Sulawesi

Ratna D. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 97 dibaca
Bisik.id
Lukisan Tertua Dunia Ditemukan di Pulau Muna, Sulawesi

Gambar atau konten salah?

19 Mei 2026 menandai hari penting bagi sejarah seni Indonesia. Pada hari tersebut, temuan lukisan cadas purba di Leang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara resmi masuk Guinness World Records. Pencatatan ini diumumkan dalam acara seremonial di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, BRIN Thamrin.

Temuan ini merupakan hasil kerja tim peneliti yang bersinergi antara BRIN, Griffith University, dan Southern Cross University di Australia. Pada akhir Januari 2026, penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Nature, menegaskan bahwa lukisan tersebut berupa cap tangan manusia berusia 67.800 tahun. Cap tangan ini dianggap sebagai cap tangan manusia tertua di dunia.

Menurut situs resmi BRIN, seni cadas yang ditemukan di Pulau Muna kini menjadi salah satu yang paling tua di dunia. Usianya diperkirakan 16.600 tahun lebih tua dibandingkan seni cadas Maros-Pangkep yang dulu terkenal, dan lebih tua sekitar 1.100 tahun dari cap tangan di Spanyol yang selama ini dianggap sebagai seni gua tertua. Temuan ini menegaskan peran Indonesia dalam sejarah awal seni dan peradaban manusia.

Berikut 9 fakta tentang lukisan cadas purba di Leang Metanduno:

  1. Leang Metanduno terletak di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Kabupaten ini dikenal memiliki banyak situs gua karst dan jejak prasejarah.
  2. Lukisan cadas di Leang Metanduno diperkirakan berusia 67.800 tahun dan disebut sebagai cap tangan manusia tertua di dunia. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Rock art from at least 67,800 years ago in Sulawesi.
  3. Penelitian dilakukan oleh tim arkeolog internasional bersama BRIN.
  4. Selain cap tangan, panel gua menampilkan gambar manusia, hewan, perahu, hingga adegan perburuan. Gambar perahu menunjukkan tradisi maritim masyarakat prasejarah di kawasan Muna. Beberapa figur hewan menyerupai kuda atau sapi besar, menunjukkan interaksi manusia dengan lingkungan dan hewan. Peneliti menemukan indikasi domestikasi serta aktivitas sosial dalam lukisan cadas tersebut.
  5. Gaya cap tangan di Sulawesi dikenal sebagai “stensil jari sempit”, dengan bentuk jari runcing dan memanjang.
  6. Beberapa lukisan telah tertutup lapisan mineral koraloid, tetapi bentuk visualnya masih dapat dikenali.
  7. Tim peneliti membuat model 3D gua untuk memetakan komposisi panel secara lebih detail.
  8. Kabupaten Muna selama ini juga dikenal memiliki bentang alam karst, gua prasejarah, serta budaya maritim yang kuat di kawasan Asia‑Pasifik.
  9. Temuan di Muna memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat penting perkembangan seni dan peradaban manusia purba dunia.

Temuan ini menegaskan bahwa Pulau Muna bukan sekadar pulau kecil di Sulawesi, melainkan tempat bersejarah yang menyimpan jejak manusia pertama di bumi. Dengan usia yang melebihi seni cadas lainnya, lukisan cadas di Leang Metanduno menjadi bukti kuat bahwa peradaban manusia telah berkembang di wilayah ini jauh lebih awal daripada yang pernah diperkirakan. Keberhasilan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi internasional dalam penelitian arkeologi, sekaligus menyoroti potensi besar Indonesia dalam bidang sejarah dan budaya.

Lukisan cadasLeang MetandunoPulau MunaCap tangan tertuaGuinness World RecordsBRINArkeologi

Komentar

Memuat komentar...