Lumba-Lumba Hidung Botol Mati Terdampar Pantai Yehsumbul

Wahyu T. · 1 min baca · 18 hari lalu · 48 dibaca
Bisik.id
Lumba-Lumba Hidung Botol Mati Terdampar Pantai Yehsumbul

Gambar atau konten salah?

Pada Minggu, 17 Mei 2026, di Pantai Yehsumbul, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali, seorang lumba‑lumba hidung botol Indo‑Pasifik terdampar dan ditemukan dalam kondisi mati.

Bangkai lumba‑lumba itu pertama kali ditemukan oleh seorang buruh harian bernama Muhamad Sidik (41) sekitar pukul 10.00 Wita, saat ia sedang berjalan‑jalan di sepanjang bibir pantai.

Setelah melihat mamalia laut terhempas ombak, Sidik segera melaporkan temuan tersebut ke polisi.

Sekitar pukul 10.45 Wita, petugas datang ke lokasi dan mengamankan TKP. Mereka juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pemeriksaan luar.

Berdasarkan hasil identifikasi, lumba‑lumba tersebut adalah jenis lumba‑lumba hidung botol Indo‑Pasifik.

"Hasil pengukuran menunjukkan lumba‑lumba tersebut memiliki panjang mencapai 215 sentimeter (cm) dengan diameter perut sebesar 120 cm. Saat diperiksa, tidak ditemukan adanya luka ataupun tanda‑tanda kekerasan pada bagian tubuh luar lumba‑lumba," jelas Sartika.

Menurut Sartika, bangkai lumba‑lumba itu selanjutnya dikubur agar tidak menimbulkan bau menyengat atau potensi penyebaran penyakit. "Sekitar pukul 12.30 Wita, petugas gabungan mengubur bangkai lumba‑lumba tersebut di sekitar lokasi penemuan," pungkasnya.

"Saksi melihat ada satu ekor lumba‑lumba yang terdampar di bibir pantai dan sudah dalam keadaan mati," ungkap Kompol I Wayan Sartika.

Kejadian ini menyoroti pentingnya pengawasan terhadap kehidupan laut di wilayah pesisir Bali, serta prosedur penanganan bangkai hewan maritim untuk mencegah risiko kesehatan.

Lumba‑lumba hidung botolPantai YehsumbulMendoyoJembranaBangkai lautPengawasan lautRisiko kesehatan

Komentar

Memuat komentar...