Madu Tanpa Sengat Menemukan Bakteri Probiotik Antibakteri

Maya K. · 2 min baca · 53 menit lalu · 30 dibaca
Bisik.id
Madu Tanpa Sengat Menemukan Bakteri Probiotik Antibakteri

Gambar atau konten salah?

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru saja menemukan bakteri probiotik asam laktat yang berasal dari madu dan bee pollen lebah tanpa sengat Indonesia. Hasil ini menunjukkan bahwa madu tersebut memiliki sifat antibakteri, antibiofilm, antioksidan, antikanker, dan dapat membantu menurunkan gula darah.

Menurut Ema Damayanti, peneliti Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) BRIN, madu lebah tanpa sengat kaya akan senyawa bioaktif. Namun, “keberadaan mikroorganisme probiotik yang hidup di dalam madu dan bee pollen masih jarang diteliti.”

Penelitian dilakukan dengan mengisolasi bakteri dari madu dan bee pollen yang diambil dari tujuh spesies lebah tanpa sengat: Heterotrigona itama, Tetragonula laeviceps, Tetragonula clypearis, Tetragonula sarawakensis, Lepidotrigona terminata, Tetragonula drescheri, dan Tetragonula biroi. Sampel berasal dari Yogyakarta dan Sumbawa.

Tim memilih tujuh isolat terbaik berdasarkan kemampuan mereka menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Selanjutnya, mereka melakukan analisis whole genome sequencing (WGS), metabolomik berbasis UHPLC-HRMS, dan berbagai uji karakter probiotik. Hasilnya, isolat unggulan teridentifikasi sebagai Lacticaseibacillus rhamnosus dan Pediococcus acidilactici.

Bakteri yang diisolasi mampu menekan pertumbuhan Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas aeruginosa. Selain itu, bakteri tersebut menunjukkan aktivitas antikanker terhadap lini sel kanker kolon WiDr dan memiliki tingkat antioksidan yang tinggi.

“Kami juga menemukan aktivitas penghambatan α-amilase yang cukup signifikan. Potensi ini menarik karena berkaitan dengan pengendalian kadar gula darah, sehingga berpeluang dikembangkan menjadi produk pangan sehat,” tambah Ema.

BRIN berencana melanjutkan penelitian ke tahap formulasi produk dan uji aplikasi pada pangan fermentasi maupun suplemen probiotik. Riset lanjutan diperlukan untuk memastikan keamanan, stabilitas, dan efektivitas bakteri probiotik tersebut pada skala industri.

Hasil penelitian ini sudah dipublikasikan di jurnal internasional Antonie van Leeuwenhoek dan International Microbiology, serta didaftarkan paten dengan nomor S00202605018.

Penemuan ini menambah bukti bahwa madu lebah tanpa sengat Indonesia mengandung bakteri probiotik yang kuat. Potensi antibakteri, antikanker, dan pengendalian gula darah membuatnya menjadi bahan yang menarik untuk pengembangan produk kesehatan di masa depan.

Bakteri probiotik asam laktatmadu lebah tanpa sengatantioksidanantibakteriantikankerpengendalian gula darahLacticaseibacillus rhamnosusPediococcus acidilactici

Komentar

Memuat komentar...