Mahasiswa Fiji Tampil Tradisi di Wisuda UMS Menonjolkan Budaya

Dedi S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 70 dibaca
Bisik.id
Mahasiswa Fiji Tampil Tradisi di Wisuda UMS Menonjolkan Budaya

Gambar atau konten salah?

Veville Volatabu Nabalarua, mahasiswa asal Fiji yang menempuh Program Studi Manajemen S1 di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menorehkan momen berbeda di upacara wisuda. Daripada mengenakan kebaya seperti wisudawati Indonesia, ia memilih memakai baju tradisional negara asalnya. Pakaian itu menjadi simbol identitas budaya yang ia banggakan di hadapan civitas akademika.

Ia menjelaskan bahwa busana tradisional Fiji biasanya dipakai pada acara penting seperti pernikahan, ulang tahun, atau perayaan besar lainnya. Bahan yang digunakan berasal dari alam, seperti pohon yang diproses secara khusus. “Ini adalah pakaian tradisional kami, biasanya dipakai saat perayaan besar. Terbuat dari bahan alami seperti pohon yang diproses secara khusus. Ini melambangkan pencapaian besar,” ujarnya, mengutip laman resmi UMS pada 06 April 2026.

Rektor UMS, Pro. Dr Harun Joko Prayitno, MHum, menambahkan bahwa perjalanan dari Fiji ke Indonesia memerlukan waktu minimal dua hari. Ia mengungkapkan, “Perjalanan saya ke UMS memakan waktu dua hari. Dari Fiji ke Singapura sekitar 10 jam, lalu transit dan menginap, kemudian lanjut penerbangan sekitar 2 jam ke Indonesia,” jelasnya.

Selama masa kuliah, Veville merasa nyaman beradaptasi. Ia menilai lingkungan akademik di UMS sangat ramah. “Teman-teman di sini baik, dosen-dosen juga sangat ramah. Saya merasa aman dan bahagia di sini,” tuturnya, menegaskan bahwa pengalaman belajar di Indonesia memberikan rasa aman dan kebahagiaan.

Namun, saat mendekati akhir studinya, ia merasakan kesedihan. Indonesia bagi Veville lebih dari sekadar tempat belajar; ia memandangnya sebagai rumah kedua. “Indonesia seperti rumah kedua saya. Setiap kali memikirkan harus pulang, rasanya seperti meninggalkan rumah dan keluarga. Empat tahun di sini sangat berarti,” ucapnya, menyoroti betapa pentingnya empat tahun tersebut bagi perjalanan akademis dan pribadi.

Veville juga berharap lebih banyak mahasiswa Fiji dapat berkuliah di UMS. Ia menekankan pentingnya beasiswa dan kesempatan untuk memperkenalkan budaya asalnya di arena internasional. “Saya berharap lebih banyak mahasiswa dari Fiji datang ke UMS, karena UMS sangat luar biasa. Saya sangat mencintai tempat ini,” ungkapnya.

Ke depannya, ia berencana kembali ke Indonesia untuk melanjutkan studi magister di UMS. Meski merasa sedih harus pulang, ia tetap berharap dapat kembali. “Saya sedih harus pulang. Kalau bisa, saya ingin tetap di sini. Mungkin nanti saya akan kembali untuk S2,” pungkasnya.

Veville Volatabu Nabalarua menunjukkan bagaimana mahasiswa internasional dapat membawa warisan budaya mereka ke lingkungan akademik Indonesia, sekaligus menumbuhkan hubungan lintas negara melalui pendidikan. Kehadiran dan cerita beliau menambah warna pada komunitas UMS, menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya tentang ilmu, tetapi juga tentang saling mengenal dan menghargai perbedaan.

Veville Volatabu NabalaruaFijiUniversitas Muhammadiyah SurakartaPakaian tradisional FijiWisudaBeasiswaMahasiswa internasional

Komentar

Memuat komentar...