Mahasiswa UB Ciptakan Prostetik dari Limbah Plastik, Raih Juara di Turki

Dedi S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 59 dibaca
Bisik.id
Mahasiswa UB Ciptakan Prostetik dari Limbah Plastik, Raih Juara di Turki

Gambar atau konten salah?

Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Muhammad Alhafiz Arya Wardhana, berhasil meraih juara ketiga dalam International Project Innovation Competition yang berlangsung di Istanbul, Turki. Ia berasal dari Program Studi Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) dan memenangkan kompetisi ini berkat inovasi prostetik yang terbuat dari limbah plastik pada tanggal 13 Maret 2026.

Dalam ajang tersebut, Arya bekerja sama dengan dua mahasiswa dari Uzbekistan dan Amerika Serikat, serta satu mahasiswa dari Indonesia. Tim mereka mengembangkan produk yang dinamakan PROBAPLAS, singkatan dari Prosthetic from Plastic Waste. Arya menjelaskan bahwa PROBAPLAS memanfaatkan limbah HDPE (High-Density Polyethylene) seperti tutup botol dan jerigen bekas sebagai bahan baku untuk pembuatan socket prostetik.

Dia mengungkapkan bahwa ide ini muncul dari dua masalah utama. Pertama, akses terhadap alat bantu prostetik bagi penyandang disabilitas sangat terbatas karena harganya yang tinggi dan ketergantungan pada bahan baku impor. Di sisi lain, limbah plastik HDPE sangat melimpah dan membutuhkan waktu yang lama untuk terurai, seringkali berujung pada pencemaran lingkungan.

Arya menambahkan, hasil riset menunjukkan bahwa HDPE daur ulang yang digunakan memenuhi standar minimum kekuatan material prostetik, yaitu berkisar antara 26-33 Mpa. Selain itu, penggunaan material daur ulang ini dapat menurunkan biaya bahan baku menjadi 2 dolar per unit. Dengan demikian, inovasi ini mampu mengatasi dua masalah besar sekaligus.

PROBAPLAS tidak hanya fokus pada bahan dan proses pembuatan, tetapi juga menerapkan konsep ekonomi sirkular. Salah satu caranya adalah dengan mengembangkan sistem bank sampah digital berbasis gamifikasi, di mana masyarakat dapat menyetor limbah plastik HDPE dan mendapatkan poin yang tercatat secara digital untuk ditukar dengan nilai ekonomi.

Arya menekankan bahwa proyek ini tidak berhenti pada tahap riset atau kompetisi. Mereka mulai menerapkan model produksi prostetik melalui kolaborasi dengan mitra prostetik dan komunitas penyandang disabilitas. Beberapa prostetik hasil karya mereka bahkan sudah disalurkan kepada yang membutuhkan.

Dosen pembimbing Arya, Dr. Maurish Sofie Rahmi Batita, menilai gagasan ini sebagai inovasi yang menjanjikan. Menurutnya, ide yang dikembangkan oleh Arya dan tim tidak hanya bermanfaat bagi penyandang disabilitas, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan. Ia percaya bahwa prototipe yang dibuat bisa menjadi produk unggulan yang tetap menjaga kesadaran lingkungan.

Inovasi yang diusung oleh mahasiswa UB ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat berkontribusi pada solusi masalah sosial dan lingkungan dengan cara yang kreatif dan berkelanjutan.

MahasiswaUniversitas BrawijayaProstetikLimbah PlastikInovasiKompetisi InternasionalCircular EconomyDisabilitas

Komentar

Memuat komentar...