Mall Rongsok: Tempat Barang Vintage bagi Traveler Pintar

Dani L. · 2 min baca · 8 hari lalu · 22 dibaca
Bisik.id
Mall Rongsok: Tempat Barang Vintage bagi Traveler Pintar

Gambar atau konten salah?

Mall Rongsok adalah tempat yang sudah dikenal banyak traveler yang gemar barang-barang vintage. Berbeda dengan pusat perbelanjaan modern, lokasi ini menawarkan suasana penjelajahan yang unik bagi mereka yang suka menemukan harta karun langka.

Begitu masuk, ruangan dipenuhi barang-barang berjejal rapat. Setiap sudut berisi campuran monitor tua, elektronik vintage, dan pernak-pernik dekoratif yang mengingatkan pada masa lalu. Di sini hampir semua barang dapat berakhir di rak dan tersedia untuk dibeli, asalkan harganya sesuai.

“Aneh, kita pernah dapat peti mati. Pernah dapat perahu dayung. Masuk ke sini, tapi untung udah laku,” kata Aditya (30), penerus usaha keluarga. Ia menambahkan, “Helikopter, pesawat apa. pintu pesawat apa helikopter gitu, pernah beli juga.”

Harga di Mall Rongsok sangat beragam. Barang termurah seperti sedotan dan DVD bekas dijual mulai Rp 5.000 hingga Rp 15.000. Yang paling mencolok adalah mobil bekas, yang pernah menjadi barang termahal yang mereka jual.

Perjalanan bisnis ini bermula dari ayah Aditya, Nurholis. Keluarga pernah mengalami kesulitan keuangan, sering meminjam uang dari berbagai sumber untuk modal awal. Nurholis memulai dengan mencari barang bekas di Pasar Senen dan menjualnya kembali.

“Modal tuh utang semua. Bener-bener kalau ditanya, itu Bokap tuh bukan orang kaya. Bener-bener kalau ditanya orang ya, kalau ditanya ke tetangga-tetangga, keluarga Bokap tuh termasuk keluarga miskin dulu. Dulu pernah tinggal pas masih merintis tuh pernah tinggal di kandang ayam, pernah. Di pinggiran kali,” ungkap Aditya.

Dengan konsistensi, keberanian, dan kerja keras, toko fisik akhirnya berdiri dan menjadi brand yang kuat. Nurholis masih menjaga etos kerja yang ketat, bahkan ia mengaku tidur hanya 4 jam sehari.

Keberhasilan ini membuat Mall Rongsok menjadi tempat bagi pencari kerja, kantor, restoran, dan perorangan yang datang menawarkan barang mereka. Sistem penentuan harga tetap sederhana. Meski teknologi scanner dan barcode digital semakin meluas, Mall Rongsok tetap menggunakan ingatan panjang.

“Pertama makan waktu karena barangnya terlalu banyak, kedua kadang dipindahin sama orang. Dicabut, dipindahin ke harga yang lebih murah,” jelas Aditya. Ia menekankan bahwa ia hafal setiap harga barang yang masuk, menentukan harga berdasarkan kualitas merek, ketahanan bahan, dan nilai fungsi asli dibanding barang murah di platform online.

Tempat ini bukan sekadar jual beli barang bekas. Ia adalah museum hidup dari barang-barang yang menolak dilupakan oleh waktu. Buka setiap hari, mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Dengan suasana yang berbeda, Mall Rongsok menjadi pilihan bagi traveler yang ingin merasakan sensasi berburu harta karun tersembunyi. Tempat ini menampilkan kisah ketekunan dan keberanian, sekaligus menonjolkan nilai sejarah barang-barang yang masih berfungsi.

ddn/ddn

Mall RongsokBarang vintageTravelerBarang bekasHargaEtos kerjaMuseum hidup

Komentar

Memuat komentar...