Manado dan Filipina: Tarsius, Lambanog, dan Laut Koneksi
Gambar atau konten salah?
Manado, kota di Sulawesi Utara, seringkali menjadi titik perbandingan dengan negara tetangga, Filipina. Kedua wilayah ini ternyata berbagi beberapa keunikan yang tak terduga.
Di Sulawesi Utara hidup hewan endemik bernama Tarsius dengan spesies Tarsius spectrum. Begitu pula di pulau Bohol, Filipina, ditemukan tarsius Filipina yang dikenal dengan nama Carlito syrichta. Kedua spesies ini menunjukkan hubungan biologi yang menarik antara dua pulau yang terpisah.
Minuman tradisional juga menjadi titik persamaan. Sulawesi Utara memproduksi minuman beralkohol cap tikus yang berasal dari penyulingan nira enau. Di Filipina, produk serupa bernama lambanog atau tuak dibuat dari nira kelapa dan memiliki kadar alkohol mencapai 80 persen. Lambanog banyak diproduksi di Provinsi Quezon, Luzon.
Di ujung barat laut Indonesia, Pulau Marore di Kabupaten Kepulauan Sangihe menjadi titik perbatasan laut dengan Filipina. Di pulau ini terletak Border Crossing Station Marore Republic of the Philippines. Nelayan Marore biasanya menjual hasil tangkapan mereka ke kota pelabuhan General Santos di Filipina. Perjalanan laut memakan waktu 3 jam menggunakan kapal puso atau kapal nelayan penangkap ikan.
Istilah sapi dan pisang di Marore merujuk pada keturunan silang antara orang Sangir dan Filipina. Sapi berarti ayah Sangir dan ibu Filipina, sedangkan pisang berarti ayah Filipina dan ibu Sangir.
Di perairan perbatasan internasional, kapal nelayan Filipina sering mengibarkan bendera Filipina. Bendera ini unik karena warnanya dapat dibalik: biru di atas menandakan kedamaian, sedangkan merah di atas menandakan perang. Tiga bintang pada bendera melambangkan Pulau Luzon, Mindanau, dan Panay, tiga pulau terbesar di negara beribukota di Manila.
Artikel ini ditulis oleh Hari Suroto, penulis di Balai Pelestarian Kebudayaan XVII Sulawesi Utara.
Perbandingan ini menyoroti bagaimana dua wilayah yang terpisah secara geografis dapat berbagi makhluk hidup, minuman tradisional, dan bahkan simbol nasional yang mencerminkan sejarah dan budaya yang saling berhubungan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
