Manfaat dan Risiko Rutin Makan Telur Rebus Setiap Hari

Rudi H. · 3 min baca · 25 hari lalu · 158 dibaca
Bisik.id
Manfaat dan Risiko Rutin Makan Telur Rebus Setiap Hari

Gambar atau konten salah?

Telur rebus sering menjadi pilihan sarapan praktis. Selain mudah disiapkan, telur mengandung protein tinggi dan sering dipakai sebagai menu diet. Banyak orang mengonsumsinya hampir setiap hari. Namun, apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh bila kebiasaan ini terus berlanjut? Apakah benar membantu menjaga kesehatan, atau ada efek tertentu yang perlu diwaspadai?

Berikut lima hal yang dapat terjadi ketika telur rebus menjadi bagian rutin menu harian.

  1. Perasaan kenyang lebih lama dan mengurangi ngemil

    Telur rebus kaya protein, nutrisi yang membuat tubuh merasa kenyang lebih lama dibandingkan makanan tinggi karbohidrat sederhana. Karena itu, banyak orang memilih telur sebagai sarapan agar tidak cepat lapar atau ngemil berlebihan di siang hari. Beberapa penelitian juga menemukan bahwa sarapan dengan telur dapat meningkatkan rasa kenyang dan membantu mengontrol asupan kalori harian. Salah satu studi yang dipublikasikan di jurnal Nutrients menunjukkan bahwa sarapan dengan telur memberikan respons kenyang yang lebih baik dibanding sarapan sereal pada sebagian peserta penelitian.

  2. Fokus dan energi tubuh lebih terjaga

    Kuning telur mengandung kolin, nutrisi penting yang berperan dalam fungsi otak dan sistem saraf. Kolin dibutuhkan tubuh untuk membentuk asetilkolin, senyawa yang terlibat dalam proses memori dan konsentrasi. Sebuah studi acak terkontrol yang dipublikasikan di jurnal Lipids in Health and Disease menemukan bahwa konsumsi kolin dari kuning telur selama 12 minggu berkaitan dengan perbaikan fungsi memori verbal pada orang dewasa dan lansia sehat. Telur juga termasuk salah satu sumber kolin alami yang cukup tinggi.

  3. Mata terlindungi seiring bertambahnya usia

    Telur mengandung lutein dan zeaxanthin, dua antioksidan yang banyak ditemukan di retina mata. Nutrisi ini diketahui membantu melindungi mata dari stres oksidatif dan paparan cahaya berlebih yang dapat memengaruhi fungsi penglihatan seiring bertambahnya usia. Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi telur dapat meningkatkan kadar lutein dan zeaxanthin dalam tubuh. Studi dalam The Journal of Nutrition menemukan makan satu telur per hari selama beberapa minggu dapat meningkatkan kadar kedua antioksidan tersebut dalam darah tanpa perubahan signifikan pada profil kolesterol peserta sehat. Menariknya, lutein dan zeaxanthin pada telur, terutama di bagian kuningnya, juga dinilai lebih mudah diserap tubuh. Karena itu, telur sering dianggap sebagai salah satu sumber lutein dan zeaxanthin yang cukup baik untuk membantu menjaga kesehatan mata.

  4. Kolesterol tidak selalu naik seperti yang banyak dikira

    Telur memang mengandung kolesterol, sehingga dulu sering dianggap buruk bagi kesehatan jantung. Namun, penelitian beberapa tahun terakhir menunjukkan pengaruhnya bisa berbeda pada tiap orang. Beberapa penelitian terbaru, termasuk review dalam jurnal Nutrients dan The American Journal of Clinical Nutrition, menunjukkan konsumsi telur dalam jumlah wajar umumnya tidak selalu berdampak buruk pada kadar kolesterol darah, terutama jika pola makan secara keseluruhan tetap seimbang. Meski begitu, orang dengan kolesterol tinggi, diabetes, atau riwayat penyakit jantung tetap disarankan memperhatikan jumlah konsumsi telur dan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi bila perlu.

  5. Kuku dan rambut terasa lebih sehat

    Telur mengandung protein dan biotin, dua nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk membantu pembentukan keratin, protein utama penyusun rambut dan kuku. Karena itu, memenuhi kebutuhan protein harian sering dikaitkan dengan kondisi rambut dan kuku yang lebih sehat. Namun, efeknya bisa berbeda pada tiap orang. Perubahan biasanya lebih terasa pada orang yang sebelumnya kurang asupan protein atau nutrisi tertentu. Saat kebutuhan nutrisinya mulai tercukupi, rambut dan kuku dapat tumbuh lebih baik dan tidak mudah rapuh. Sementara pada orang yang pola makannya sudah cukup seimbang, perubahan dari makan telur tiap hari mungkin tidak terlalu terasa.

Secara umum, makan telur rebus tiap hari masih dianggap aman bagi kebanyakan orang sehat, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah wajar dan diimbangi pola makan yang seimbang. Telur mengandung berbagai nutrisi penting, mulai dari protein, kolin, hingga lutein dan zeaxanthin. Beberapa penelitian terbaru, termasuk review dalam jurnal Nutrients dan The American Journal of Clinical Nutrition, menunjukkan konsumsi sekitar 1–2 butir telur per hari umumnya tidak selalu berdampak buruk pada kolesterol darah pada orang sehat, terutama bila pola makan secara keseluruhan tetap seimbang dan tidak tinggi lemak jenuh. Sementara itu, sejumlah panduan kesehatan juga masih menyebut konsumsi hingga sekitar 7 butir telur per minggu umumnya masih aman bagi banyak orang sehat.

Meski begitu, konsumsi dalam jumlah lebih tinggi tetap perlu diperhatikan dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Orang dengan kolesterol tinggi, diabetes, atau riwayat penyakit jantung disarankan lebih berhati-hati dan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Jadi, bukan hanya soal seberapa sering makan telur, tetapi juga bagaimana pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan dijalani.

Dengan memperhatikan jumlah dan kombinasi makanan lain, telur rebus dapat menjadi bagian menu sehat yang mendukung kenyang, fokus, kesehatan mata, dan bahkan penampilan kuku serta rambut. Namun, bagi yang memiliki kondisi medis tertentu, tetap perlu menyesuaikan asupan telur dengan saran profesional kesehatan.

Telur rebusProtein tinggiKolesterolKolinLuteinZeaxanthinKuku dan rambut

Komentar

Memuat komentar...