Mang Kiclik Bersih‑Bersih Eceng Saguling, Membantu Perahu
Gambar atau konten salah?
Mang Kiclik, seorang pria berusia 33 tahun dari Kampung Bobojong, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, telah menempuh perjalanan panjang dalam menjaga Waduk Saguling di aliran Sungai Citarum. Tanpa alat berat, ia menurunkan diri ke dalam air hingga lehernya, mengekang gulma eceng gondok yang menutupi permukaan waduk.
Waduk Saguling, yang kini berubah menjadi lautan hijau pekat, dipenuhi pulau-pulau gulma. Pertumbuhan eceng gondok yang tak terkendali membuat air menjadi pekat dan menimbulkan tumpukan gulma di permukaan. Akibatnya, perahu warga tidak bisa menavigasi, dan aktivitas penangkapan ikan terhambat. Selain itu, tumpukan gulma menjadi sarang nyamuk, menambah beban kesehatan bagi penduduk yang tinggal di sekitar waduk.
Setiap hari, bila tubuhnya masih bugar, Mang Kiclik rela menghabiskan dua hingga tiga jam di dalam air. Ia melakukan pekerjaan ini dengan tangan kosong, mengangkat gulma satu per satu ke daratan. Ia mengaku, “Awalnya dari 2017, cuma nggak rutin. Nah baru di Januari 2025, bersih‑bersih eceng (gondok) ini saya rutinkan setiap hari. Ya seperti bisa kita lihat, kondisi Waduk Saguling semakin parah tertutup eceng (gondok),” ujarnya pada hari Jumat, 15 Mei 2025.
Suatu kali, ia menghitung jumlah gulma yang telah dibersihkan. Hasilnya mencapai 500 kilogram atau 5 kuintal. Ia menambahkan, “Ya pernah saya hitung, sekitar 5 kuintal, tapi kan tanamannya juga berat ya dan basah. Bukan itu sebetulnya yang penting, tapi dampaknya. Minimal kalau setiap hari, bisa berkurang meskipun enggak dibantu alat berat,”.
Pengaruhnya terasa pada kehidupan sehari‑harinya. Ia menyatakan, “Ya perahu kita enggak bisa jalan karena kan perairannya penuh sama eceng, kita jadi enggak bisa men ari ikan. Terus sekarang warga lagi resah karena banyak nyamuk, ya karena rumahnya itu di sela‑sela eceng gondok, nyamuk bertelur di situ.”
Walau banyak rekan yang mulai sibuk dengan pekerjaan lain, Mang Kiclik tetap tekun. Ia berkata, “Sekarang sisa saya sendiri, yang lain sudah mulai sibuk bekerja. Mudah‑mudah apa yang saya lakukan ini, bisa jadi inspirasi buat yang lain, apalagi pemerintah bergerak merawat Waduk Saguling.”
Usaha ini tidak hanya sekadar membersihkan gulma, tetapi juga menegaskan pentingnya peran warga dalam menjaga ekosistem. Kegiatan manual ini menunjukkan bahwa perubahan kecil dapat berdampak besar pada kualitas air dan kehidupan masyarakat. Sementara pemerintah masih menunggu langkah konkret, inisiatif Mang Kiclik menjadi contoh nyata dedikasi lokal yang dapat memotivasi tindakan kolektif di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Indofest 2026: 80 Brand Outdoor di JCC, Target Rp60 Miliar
Gamelan Bali dan Tarian Tampil di Pagi SF Indo Cita
Liburan Baru Fokus Istirahat: Tren Sleep Tourism Meningkat
Serenada di Enchanting Valley: Konser Dua Hari Buka Puncak
Bayi Orangutan Sumatera Lahir di Cagar Alam Jantho 2026
Serenada Enchanting Valley: Konser Musik di Puncak Bogor
Berita Terbaru
IHSG Tutup 5.839,78, Garuda Naik Setelah Jatuh Pasar
Fiskal Indonesia Aman: Defisit APBN 0,7% PDB, Purbaya
7 SPPG Malang Disuspend Karena Masalah IPAL, Siap Kembali
Indofest 2026: 80 Brand Outdoor di JCC, Target Rp60 Miliar
Putri Wardani Kalahkan Michelle Li di Indonesia Open 2026
Beasiswa Denmark di Aarhus: Persyaratan dan Batas Waktu
