Matthew Bickel Turunkan 112 Kg, Siap Ultrarun 160 km

Iwan D. · 2 min baca · 1 jam lalu · 24 dibaca
Bisik.id
Matthew Bickel Turunkan 112 Kg, Siap Ultrarun 160 km

Gambar atau konten salah?

Seorang pria berusia 45 tahun pernah merasa putus asa ketika berat badan tubuhnya mencapai lebih dari 226 kilogram. Selama satu dekade, angka tersebut terus naik, rata‑rata menambah hampir setengah kilogram setiap bulannya.

Matthew Bickel, nama pria itu, dulu menempuh pendidikan di Baylor University di Amerika Serikat. Di sana ia aktif bermain sepak bola, hingga menjadi pemain terbesar di tim dengan berat 158 kilogram. Namun setelah mengakhiri kegiatan olahraga tersebut, tubuhnya mulai kehilangan kendali.

Ketika ia berusia 30 tahun, berat badan mencapai 241 kilogram. Matthew mengakui bahwa ia sering menggunakan makanan sebagai pelarian emosional ketika menghadapi masa‑masa sulit, yang tanpa disadari berujung pada kecanduan makanan yang parah. Ia bahkan mampu menghabiskan satu loyang pizza besar, enam kaleng soda, dan porsi dessert jumbo dalam satu kali duduk.

Perubahan besar terjadi ketika Matthew menyadari kondisi medisnya: ia didiagnosis pradiabetes. “Jantungku hampir meletus di dalam diriku. Saya merasa jika saya tidak segera berubah, saya akan mati,” ungkapnya. Rasa takut kehilangan nyawa memaksa ia memutuskan untuk mengubah hidupnya.

Langkah pertama yang diambil Matthew cukup sederhana. Ia mulai rutin berjalan kaki dan mendaki gunung. Seluruh konsumsi minuman manis dipangkas, dan ia hanya meminum air putih sebagai satu‑satunya minuman. Sambil belajar memasak makanan sehat sendiri di rumah, ia juga mendapatkan dukungan dari teman-teman yang positif.

Perlahan namun pasti, Matthew kembali menginjakkan kaki di pusat kebugaran. Ia jatuh cinta pada olahraga CrossFit, bersepeda, dan lari. Kombinasi latihan ini membantunya memangkas 45 kilogram dalam waktu kurang dari enam bulan.

Meski fase awal penurunan berat badan berjalan cepat, Matthew menyadari bahwa proses berikutnya memerlukan waktu lebih lama. Ia memperkirakan akan memakan waktu sekitar tiga hingga empat tahun untuk mengikis sisa‑sisa lemak di tubuhnya.

Setelah perjalanan panjang selama 15 tahun penuh dinamika naik turun, Matthew akhirnya berhasil menurunkan total berat badan hingga 114 kilogram. Ia seringkali membagikan proses transformasi fisiknya melalui akun Instagram-nya, @bickelco.

“Yang terbaik dari semuanya, sekarang saya bisa mengenakan ‘pakaian keren’. Kebanyakan orang bertubuh besar pasti paham betapa menyebalkannya harus memakai ukuran baju 4XL karena pilihan modelnya sangat terbatas,” ujarnya lega.

Dengan kecintaan baru pada dunia kebugaran, Matthew menargetkan tantangan yang lebih ekstrem. Pada 01 Agustus 2026, ia bersiap menantang dirinya dalam kompetisi ultramaraton “Life Time Leadville Trail 100”, sebuah perlombaan sejauh 160 kilometer melintasi medan terjal Pegunungan Rocky.

Untuk mempersiapkan diri, Matthew menghabiskan waktu antara 15 hingga 20 jam per minggu berlatih intensif. Ia menekankan bahwa kunci utama keberhasilan diet ekstrem ini adalah belajar mencintai diri sendiri terlebih dahulu.

Perjalanan Matthew menunjukkan bahwa perubahan besar tidak selalu memerlukan metode revolusioner. Dengan tekad, dukungan sosial, dan kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki, meminum air putih, serta memasak makanan sehat, seseorang dapat mengubah hidupnya secara signifikan. Kini, ia tidak hanya menurunkan berat badan, tetapi juga menantang diri untuk menempuh rute ultramaraton yang menuntut ketahanan fisik dan mental yang luar biasa.

penurunan berat badandiet ekstremCrossFitultramaratonpradiabeteskebugaran

Komentar

Memuat komentar...