Mayapada Perkenalkan Layanan Deteksi Dini Penyakit Hati
Gambar atau konten salah?
Mayapada Healthcare memperkenalkan Liver, Metabolic & Wellness Center (LMWC) di Mayapada Hospital Bandung (MHBD). Layanan ini menitikberatkan pada deteksi dini, pencegahan, dan penanganan penyakit hati yang terkait gangguan metabolik.
Perkenalan LMWC merupakan tanggapan terhadap peningkatan kasus penyakit hati global, yang kini banyak dikaitkan dengan obesitas, diabetes, dan dislipidemia. Menurut dr. Irwan Susanto Hermawan, Direktur Mayapada Hospital Bandung, penyakit liver metabolik menjadi tantangan karena sering tidak terdeteksi sejak awal.
“Penyakit hati metabolik, termasuk perlemakan hati (fatty liver), sering kali berkembang tanpa gejala. Banyak pasien baru menyadari kondisinya ketika sudah memasuki tahap lanjut. Melalui Liver, Metabolic & Wellness Center (LMWC), kami ingin mengubah pendekatan dari sekadar pengobatan menjadi deteksi dini dan pencegahan yang lebih terintegrasi. Layanan ini mengedepankan pendekatan multidisiplin dengan program wellness yang komprehensif, sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan,” ujar dr. Irwan dalam keterangan tertulis, Selasa (14/4/2026).
LMWC menyediakan layanan terintegrasi yang mencakup kesehatan hati, gangguan metabolik, hingga pengelolaan berat badan. Fokusnya adalah mendeteksi risiko sejak dini, seperti obesitas, diabetes, dislipidemia, dan sindrom metabolik, sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang dipersonalisasi.
Tim multidisiplin LMWC terdiri dari dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi, bedah digestif, endokrin-metabolik, dokter gizi klinik, hingga dokter kedokteran olahraga. Alur pelayanan meliputi skrining awal, evaluasi medis, pendampingan gizi, terapi, hingga tindakan lanjutan jika diperlukan. Pemantauan dilakukan secara berkala untuk memastikan penanganan tepat waktu.
Dari sisi teknologi, LMWC menggunakan FibroScan® untuk menilai kondisi jaringan hati secara non-invasif, serta Total Body Matrix Assessment (TBMA) untuk mengevaluasi komposisi tubuh dan indikator metabolik. Hasilnya digunakan untuk menyesuaikan program perawatan, pola makan, dan aktivitas fisik pasien.
Menyoroti kaitan antara obesitas dan penyakit hati, Prof. Dr. dr. Reno Rudiman, menyebut obesitas sebagai faktor utama berbagai gangguan metabolik, termasuk fatty liver. Ia mengatakan obesitas tidak hanya berdampak pada berat badan, tetapi juga memicu berbagai gangguan metabolik, termasuk fatty liver. Tanpa penanganan yang tepat, fatty liver dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius seperti sirosis hingga kanker hati. Oleh karena itu, penyakit ini perlu dikendalikan melalui deteksi dini, pengobatan yang tepat, serta penyesuaian pola makan dan gaya hidup. Mengingat prevalensinya yang terus meningkat dan tingginya kasus yang belum terdiagnosis, pendekatan komprehensif sejak awal menjadi sangat penting. “Dalam kasus tertentu, ketika intervensi gaya hidup dan terapi medis belum memberikan hasil optimal, bariatric surgery menjadi terapi yang terbukti efektif dalam mengendalikan obesitas sekaligus memperbaiki kondisi metabolik secara menyeluruh,” jelas Prof. Reno.
Ia menambahkan, fatty liver yang kini dikenal sebagai Metabolic Dysfunction-Associated Steatotic Liver Disease (MASLD) menjadi penyakit hati paling umum di dunia, dengan prevalensi sekitar 30% populasi dewasa. Artinya, hampir satu dari tiga orang dewasa berisiko mengalami fatty liver. Kondisi ini sangat erat kaitannya dengan gangguan metabolik seperti obesitas dan diabetes, serta sering kali tidak bergejala di tahap awal sehingga kerap baru terdeteksi saat sudah lanjut. “Penanganan fatty liver tidak cukup hanya dengan obat, tetapi memerlukan perubahan gaya hidup seperti pola makan sehat, aktivitas fisik, dan pengelolaan berat badan. Oleh karena itu, pendekatan komprehensif dengan pendampingan berkelanjutan menjadi kunci untuk hasil yang optimal,” ujarnya.
LMWC merupakan bagian dari Gastrohepatology Center Mayapada Healthcare yang kini tersedia di sejumlah kota, seperti Jakarta Selatan, Tangerang, Bogor, Surabaya, dan Bandung, serta akan segera hadir di Jakarta Timur. Layanan ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap penanganan penyakit liver dan metabolik secara komprehensif.
Dengan pendekatan terintegrasi, tim multidisiplin, dan teknologi non-invasif, LMWC bertujuan mengubah cara penanganan penyakit hati metabolik. Fokus pada deteksi dini, pencegahan, dan perawatan berkelanjutan diharapkan mampu menurunkan angka komplikasi serius seperti sirosis dan kanker hati. Layanan ini menandai langkah penting dalam upaya kesehatan masyarakat, mengingat prevalensi fatty liver yang tinggi dan ketidaktahuan banyak orang akan kondisi ini pada tahap awal. Mayapada Healthcare menegaskan komitmen untuk menyediakan solusi kesehatan yang holistik dan mudah diakses bagi semua lapisan masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Anne Hathaway Ungkap Katarak Dini, Mata Kiri Hampir Buta
Tantangan Teka‑Teki Matematika: Uji Pola dan Logika Anda
Air Putih Lebih Menarik: Tambah Lemon, Mint, Chia, Garam
Serangan Jantung Malam: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan
Bolot Di ICU, Komedian Terus Pantau Jantung Setelah Serangan
Diabetes dan Risiko Penyakit Gusi: Pentingnya Kontrol Gula
Berita Terbaru
Alfin Setyo Tunggal Pemaafkan Pelaku Pencuri Uang Toko
Indonesia vs Kamboja di Piala AFF U-19 2026, Sabtu 13 Juni
Cucurella Tegaskan Tidak Pindah Chelsea, Bahagia di London
Elon Musk Jadi Miliarder Pertama Dunia Setelah IPO SpaceX
OKU Kirim Paket Sembako ke Korban Kebakaran Pasar Baru
Indonesia Raih Final Ganda Putri Australian Open 2026
Jember Pimpin 6,35% Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I
