Menteri Kesehatan: Tingkatkan Karier Dokter Puskesmas

Rudi H. · 3 min baca · 1 jam lalu · 26 dibaca
Bisik.id
Menteri Kesehatan: Tingkatkan Karier Dokter Puskesmas

Gambar atau konten salah?

Di Jakarta, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa masih banyak dokter di Indonesia yang menganggap karier spesialis lebih bergengsi daripada yang bekerja di puskesmas. Menurutnya, pandangan ini membuat banyak dokter terbaik enggan bertahan di layanan primer.

“Di Indonesia yang unik, semua dokter ingin jadi dokter spesialis. Akibatnya dokter‑dokter yang bagus itu nggak ada yang tinggal di puskesmas,” kata Budi pada Senin, 08 Juni 2026.

Ia menegaskan bahwa pola pikir tersebut berbeda dengan negara-negara maju. Di sana, dokter keluarga atau family doctor menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan dan memiliki posisi strategis.

“Dokter yang tinggal di puskesmas yang pasrah, sudah tahu dia tidak mungkin jadi spesialis istilahnya. Ya kelasnya berbeda dengan dokter spesialis. Nah ini tidak benar,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dokter yang berada di garda depan pelayanan kesehatan memiliki peran besar dalam menyelesaikan berbagai masalah kesehatan masyarakat sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit.

“Kalau kita lihat di luar negeri, justru dokter‑dokter yang di depan ini adalah dokter‑dokter hebat karena mereka yang benar-benar bisa menyelesaikan masalahnya,” kata dia.

Untuk mengatasi persepsi negatif tersebut, kementerian berupaya memperkuat jalur karier dokter layanan primer. “Kita mesti memberikan kepastian karier bagi dokter di puskesmas agar mereka tidak merasa minder atau merasa kelas dua dibandingkan dengan dokter‑dokter spesialis,” ujar Budi.

Ia menekankan bahwa transformasi layanan primer menjadi salah satu fokus pemerintah dalam reformasi sistem kesehatan nasional. Kementerian juga melakukan benchmarking ke negara-negara yang berhasil memperkuat peran dokter keluarga.

“Kita juga melakukan benchmarking di luar negeri. Belanda itu sangat terkenal bagaimana mereka melakukan transformasi family doctor dalam 20 tahun terakhir,” katanya.

Selain Belanda, Singapura juga tengah mengarahkan sistem kesehatannya agar sebagian besar masalah kesehatan masyarakat dapat diselesaikan di tingkat layanan primer. “Singapura, Menteri Kesehatannya bilang sendiri ke saya, personally dokter spesialis buat orang Indonesia saja deh, tapi nanti Singapura harusnya semuanya selesai di family doctor,” sorot Budi.

Ia menjelaskan bahwa tugas utama dokter keluarga adalah menjaga masyarakat tetap sehat sehingga kebutuhan rujukan ke dokter spesialis bisa ditekan. “Jadi benar-benar tren di dunia adalah wewenang dan kompetensi itu diturunkan ke bawah, ke layanan family care. Sehingga spesialis itu hanya mengambil kasus‑kasus yang sangat rumit,” jelasnya.

Menurut Budi, Indonesia masih memiliki kesenjangan yang cukup besar dibanding negara-negara yang telah lebih dulu memperkuat layanan primer. “Kita melihat Belanda yang sudah berhasil melakukan transformasi ini, Singapura juga sekarang sedang dalam proses, negara‑negara yang lain juga sudah banyak masuk. Kita gap‑nya masih cukup besar,” katanya.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa sebanyak 99,2 persen puskesmas di Indonesia masih membutuhkan dokter dengan kompetensi keluarga layanan primer. Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, pemerintah berencana memperkuat kompetensi dokter layanan primer sekaligus melengkapi puskesmas dengan tenaga dokter spesialis dasar agar pelayanan kesehatan masyarakat semakin optimal.

“Indonesia ingin lebih agresif lagi meloncat sama dengan benchmark yang ada di dunia, dan kita berencana melengkapi seluruh puskesmas dengan dokter spesialis dasar,” pungkas Budi.

Dengan langkah tersebut, kementerian berharap dokter layanan primer dapat lebih dihargai dan menjadi bagian penting dalam sistem kesehatan. Fokus pada peningkatan kompetensi dan penetapan jalur karier yang jelas diharapkan dapat menarik lebih banyak tenaga medis ke puskesmas, sehingga layanan kesehatan primer menjadi lebih kuat dan mampu menanggulangi masalah kesehatan masyarakat secara lebih efektif.

dokter spesialispuskesmasdokter keluargakarier dokterreformasi sistem kesehatanbenchmark BelandaSingapurapeningkatan kompetensi dokter

Komentar

Memuat komentar...