Susu Formula Bisa Diberikan Setelah Anak 1 Tahun, Pakar
Gambar atau konten salah?
Orang tua seringkali memutuskan memberi susu formula pada anaknya. Namun banyak ibu yang tidak yakin kapan tepatnya memulai dan dalam kondisi apa anak boleh diberi susu formula.
Prof. Dr. dr Rini Sekartini, SpA(K), SubspTKPS, seorang guru besar dan dokter spesialis anak di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menjelaskan hal tersebut. Menurutnya, susu formula dapat diperkenalkan sebagai alternatif pendamping setelah anak berusia lebih dari satu tahun.
“Jadi sebenarnya kalau dibutuhkan ya. Jadi kalau misalnya anak di atas setahun diperkenalkan susu formula, boleh. Tapi kalau ibunya masih memberikan ASI, boleh,” ungkap Prof. Rini.
Penjelasan ini disampaikan pada peluncuran susu formula AceKid, yang diadakan oleh FEIHE International bersama MAKUKU di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta Pusat, pada Minggu, 07 Juni 2026.
Prof. Rini menegaskan bahwa enam bulan pertama kehidupan anak harus diprioritaskan untuk ASI eksklusif, sebelum beralih ke MPASI (Makanan Pendamping ASI). Setelah fase tersebut, jika kebutuhan ASI menurun, susu formula dapat menjadi pilihan.
“Tapi jika dilihat kebutuhan ASI‑nya berkurang, MPASI‑nya sudah tidak diberikan, ibunya mau memberikan alternatif susu formula, tidak masalah,” jelasnya.
Ia juga menyoroti peran penting protein dalam susu. “Protein itu sumbernya kan banyak, dari ada ayam, daging, ikan. Tapi, protein susu itu lebih komplit dan mudah digunakan,” tambahnya.
Dengan demikian, para orang tua dapat menimbang kapan memberi susu formula, terutama setelah satu tahun, sambil tetap memprioritaskan ASI pada enam bulan pertama. Formula menjadi opsi bila ASI tidak cukup, dan protein susu dianggap lebih lengkap dibandingkan sumber lain.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Banjir Rob di Rembang Karena Gelombang Laut Timur Minggu Ini
PIN SPMB SMA/SMK Jawa Timur Hampir Selesai, Simulasi Dibuka
Lalu Lintas Terganggu Aksi Rutin di Depan Gedung Grahadi
IHSG Turun 2,87%: Saham BUMN Terkena Dampak Besar Hari Ini
Unilever Indonesia Bayar Dividen Penuh Rp7,63 Triliun
DJP Blokir Rekening Wajib Pajak Papua, Papua Barat, Maluku
