Menteri Keuangan Purbaya Bertemu Siswa SMA di Jogja

Fajar H. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 89 dibaca
Bisik.id
Menteri Keuangan Purbaya Bertemu Siswa SMA di Jogja

Gambar atau konten salah?

22 Maret 2026 di Jogja Expo Center, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa bertemu dua siswa SMA dalam rangka Jogja Financial Festival. Acara ini menampilkan pertanyaan langsung dari Dewi Masyitoh, siswi kelas 10 SMAN 3 Yogyakarta, dan Patik Sinaga, siswa kelas 11 SMA Taruna Nusantara Magelang.

Para remaja berkesempatan menanyakan berbagai hal terkait kondisi perekonomian Indonesia. Dewi Masyitoh mengaku sebagai Gen‑Z yang mendalami ilmu ekonomi dan berniat melanjutkan studi di jurusan ekonomi. Sebelum bertanya, ia sedikit gugup namun tetap jelas mengartikulasikan pertanyaan.

“Sebentar Pak, agak gugup,” kata Dewi sebelum mengutarakan pertanyaannya. Ia menyoroti data indikator makro yang optimis, seperti kenaikan penjualan semen dan otomotif, namun juga menyoroti kecemasan masyarakat bawah akibat pelemahan rupiah.

“Pak Purbaya tadi memaparkan data indikator makro yang sangat optimis lewat kenaikan penjualan semen dan otomotif. Namun, di sisi lain ketika kita melihat dari kacamata sektor konsumsi riil dan padat karya seperti yang dikelola oleh Pak CT, kita tahu ada kecemasan nyata di masyarakat bawah mengenai penurunan daya beli akibat pelemahan rupiah,” ujar Dewi.

Ia menanyakan apakah pertumbuhan makro yang tampak membaik menyembunyikan risiko ilusi rata-rata, di mana ekonomi terlihat tumbuh karena didorong oleh segelintir sektor padat modal dan kelas atas, sementara mayoritas masyarakat bawah mengalami tekanan daya beli.

“Pertanyaan saya, apakah angka pertumbuhan makro yang membaik ini sebenarnya menyimpan risiko ilusi rata-rata, di mana ekonomi terlihat bertumbuh karena didorong oleh segelintir sektor padat modal dan kelas atas. Sementara mayoritas masyarakat bawah justru sedang mengalami tekanan daya beli?” ungkapnya.

Di sisi lain, Patik Sinaga menanyakan apakah Indonesia masih dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi. Presiden Prabowo Subianto menargetkan 6,5 % pada 2027, dan Menteri Keuangan mengakui peluang besar untuk mencapainya.

Patik juga menyinggung Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sedang turun. Ia menyatakan bahwa penurunan tersebut menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan Indonesia untuk tetap tumbuh, mengingat aliran dana asing yang mendukung pembangunan.

“Sebagai siswa, mungkin pengetahuan saya terbatas, tapi seperti yang kita tahu bahwa IHSG turun. Dan dengan penurunan tersebut, saya pikir apakah Indonesia bisa tetap keep up dalam pertumbuhan ekonomi karena sebagaimana kita tahu bahwa banyak sekali aliran dana dari asing untuk membantu pembangunan pertumbuhan ekonomi,” kata Patik.

Menjawab, Purbaya menegaskan bahwa ekonomi Indonesia akan bangkit. Ia mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir akan kembali ke kondisi tahun 1998. Ia menegaskan bahwa fondasi ekonomi terus diperbaiki dan Bank Indonesia akan membantu mempercepat pertumbuhan.

“Fondasi ekonominya kita perbaiki terus,” kata Purbaya. “Jadi ga usah takut, kita akan percepat pertumbuhan ekonomi. Nanti BI juga akan membantu,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga mengingatkan agar anak muda tidak belajar ekonomi terlalu banyak lewat TikTok, melainkan mencari pemahaman yang lebih terstruktur.

Acara ini menyoroti interaksi langsung antara pemimpin ekonomi dan generasi muda, menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menekankan pentingnya pendidikan ekonomi yang terarah.

Menteri KeuanganJogja Financial Festivalpertumbuhan ekonomiIHSGBank Indonesiagenerasi Zpelemahan rupiah

Komentar

Memuat komentar...