Met Gala 2026: Menyelami Kostum Art di Museum Metropolitan

Putri N. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 65 dibaca
Bisik.id
Met Gala 2026: Menyelami Kostum Art di Museum Metropolitan

Gambar atau konten salah?

Met Gala tetap menjadi ajang fashion paling bergengsi di dunia, menampilkan penampilan selebriti yang memukau dan acara makan malam mewah. Pada 04 Mei 2026, pesta ini kembali diselenggarakan di The Metropolitan Museum of Art di kota New York, tempat yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Tema kali ini adalah Costume Art, dengan sejumlah figur ternama ditunjuk sebagai ketua bersama.

Setiap tamu biasanya tiba di pintu masuk museum, menuruni tangga ikonik, lalu melintasi red carpet yang memukau. Setelah melewati area lobi, para tamu dapat menikmati cocktail hour sambil meninjau pameran mode terbaru sebelum acara resmi dimulai. Setelah itu, mereka masuk ke agenda utama: jamuan makan malam formal.

Di meja-meja yang sudah diatur oleh ketua acara Anna Wintour, para tamu duduk dan bersiap menikmati hidangan yang dirancang sebagai karya seni tersendiri. Raul Avila, perancang acara, mengangkat inspirasi dari taman Italia klasik yang berakar pada era Renaissance. Ia menggabungkan elemen taman ke dalam pengaturan meja, hiasan tengah meja, dan kursi yang terletak di Temple of Dendur.

Meja tamu dilengkapi buah-buahan asli seperti delima, pir, anggur merah, kumquat, serta bunga-bunga taman yang menjadi hiasan di tengah meja. Taplak meja dibuat khusus dengan pola garis-garis hijau dan putih gading, sementara kursi dirancang menyerupai kursi taman. Semua detail ini menambah nuansa alam yang elegan.

Menu spesial disiapkan oleh Olivier Cheng dan timnya di Olivier Cheng Catering. Konsepnya tetap terinspirasi taman Italia klasik, menyoroti bahan-bahan musiman di musim semi. Cheng memandang menu sebagai bagian yang berkaitan erat dengan dekorasi dan pameran itu sendiri.

Hidangan pembuka berupa buratta yang dibentuk menyerupai tomat hijau, disajikan dengan salad tomat hijau yang dilengkapi bunga elderflower, pinus, dan gooseberry. Salad ini seolah-olah menjadi taman kecil yang merayakan pertumbuhan tanaman musim dan kesegaran.

Hidangan utama menampilkan iga domba dengan panna cotta jamur morel, gnocchi parmesan, asparagus, wortel, kacang polong musim semi, dan daun mint. Cheng menekankan bahwa daging iga domba adalah elemen yang kuat dan artistik, menambah kedalaman rasa dan visual.

Untuk hidangan penutup, Cheng menyajikan tiga hidangan berbeda yang terinspirasi dari tiga siluet pameran Consume Art. Siluet-siluet ini dipilih oleh Anna Wintour dan Andrew Bolton, kurator The Costume Institute.

Hidangan pertama adalah cokelat yang diinfus dengan raspberry, disajikan bersama kue red velvet dan raspberry chocolate cremeux. Hidangan ini terinspirasi dari gaun Alexander McQueen dari koleksi Voss musim semi 2001.

Hidangan kedua adalah pavlova stroberi dengan krim markisa dan sayuran hijau berukuran mungil (microgreens) yang berasal dari tanaman bayam merah. Dessert ini terinspirasi dari mantel berdarah Robert Wun dari koleksi musim semi 2023.

Hidangan ketiga adalah white chocolate mocha dengan cacao cake dan ganache dark chocolate, terinspirasi dari koleksi setelan Christian Dior musim semi 2024. Setiap hidangan dirancang agar tidak hanya lezat tetapi juga menarik secara visual.

"Ketiga bab ini benar-benar membawa Anda pada perjalanan kuliner yang mencerminkan semangat pameran ini," ujar Cheng.

Cheng dan chef eksekutif Shane O'Neil tidak hanya menginginkan makanan yang lezat, tetapi juga menyenangkan, unik, dan menarik secara visual. Harapannya, hidangan ini menjadi seni yang dapat dimakan.

Jamuan makan malam Met Gala 2026 menonjolkan kombinasi antara seni visual, desain interior, dan kuliner yang terinspirasi tema pameran. Setiap elemen, dari meja hingga hidangan, dirancang untuk menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi para tamu. Dengan konsep taman Italia klasik dan hidangan musiman, acara ini memperlihatkan bagaimana mode, seni, dan kuliner dapat bersinergi dalam satu peristiwa megah.

Met GalaCostume ArtAnna WintourOlivier ChengTaman Italia klasikMetropolitan Museum of Art

Komentar

Memuat komentar...