MoU Indonesia‑Singapura Fokus Pemuda dan Olahraga di Bali
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Indonesia dan Singapura menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) baru yang menitikberatkan pada kepemudaan dan olahraga. Penandatanganan berlangsung di Sanur, Bali, pada rangkaian Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports (SEAMMYS) 2026.
Peristiwa tersebut dipimpin oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir dan Acting Minister for Culture, Community and Youth David Neo. Kedua pejabat menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kualitas kerja sama Indonesia.
Dalam presentasinya, Neo membuka sesi dengan judul Strengthening Youth Resilience and Supporting Success in the AI Age. Ia menyoroti pentingnya membangun ketangguhan pemuda di dunia yang penuh ketidakpastian. Neo juga menekankan perlunya pemberdayaan generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial (AI) untuk meraih kesuksesan. Ia menambahkan komitmen bersama menciptakan lingkungan daring yang aman dan kondusif bagi inovasi pemuda.
Erick Thohir mengungkapkan, “Kerja sama ini adalah wujud nyata youth diplomacy Indonesia untuk memastikan pemuda Indonesia menjadi pemuda yang gigih di kancah global. Melalui kerja sama dengan Singapura, kita ingin mencetak pemimpin masa depan yang adaptif terhadap teknologi serta memiliki jiwa empati dengan pengabdian sosial yang tinggi.”
MoU tersebut mengarahkan kedua negara memperluas kolaborasi dalam pemberdayaan pemuda, kewirausahaan, kepemimpinan, dan aksi kesukarelawanan. Selain itu, kerja sama menitikberatkan pada penciptaan ekosistem digital yang aman untuk mendukung inovasi pemuda, sejalan dengan visi ketahanan digital yang dipaparkan Neo.
Sinergi ini memiliki nilai strategis, mengingat Singapura berada di peringkat pertama dunia dalam Global Youth Development Index (YDI) 2023. Fokus pada kepemudaan tidak hanya terbatas pada pendidikan; MoU juga mencakup akselerasi prestasi olahraga melalui integrasi sport science dan teknologi olahraga.
Dengan penguatan youth diplomacy ini, diharapkan tercipta hubungan people-to-people yang lebih erat. Tujuannya mencetak generasi pemimpin dan atlet unggulan yang berdigdaya di panggung dunia.
Rabu, 6 Mei 2026, kedua negara menegaskan komitmen ini sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan daya saing generasi muda. Kerja sama ini menandai langkah penting dalam menjembatani potensi Indonesia dan Singapura di era digital dan olahraga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
PP PBVSI Pilih Toiran Gonzales Reidel, Timnas Siap AVC 2026
Mandalika Speed 2026: Alvin Bahar Target Juara Nasional
Parin Sarasmut& Kanyarak Pongpithanon Juara Junior Golf 2026
Indonesia Resmi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Sepak Takraw 2027
Wushu Indonesia Pilih Pengurus Baru, Target Emas Asian Games
Sean Gelael dan WRT 32 Siap Cepat Tantang 24 Jam Le Mans
Berita Terbaru
Anne Hathaway Ungkap Katarak Dini Setelah Usia 30-an
Toyota Calya dan Honda Brio Pimpin Penjualan LCGC Turun 23%
Harga Emas Antam Palembang Naik Tipis 2.000 Rupiah
Jawa Barat Tanggung Biaya Sekolah Swasta bagi 70 Ribu Calon Murid
Jennifer Coppen nikah Justin Hubner di Bali, tradisi Jawa
Afif Farhan Rangking Timnas Paling Banyak Gol WC
LPDP Wawancara: Kejujuran Lebih Penting daripada Jawaban
BGN Resmi: Hoaks Pembagian Keuntungan MBG Ditolak
