Toyota Calya dan Honda Brio Pimpin Penjualan LCGC Turun 23%

Guntur P. · 2 min baca · 3 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
Toyota Calya dan Honda Brio Pimpin Penjualan LCGC Turun 23%

Gambar atau konten salah?

Di Indonesia, mobil Low Cost Green Car (LCGC) tetap menjadi pilihan bagi banyak orang, terutama bagi pembeli mobil pertama. Lima model utama yang bersaing di segmen ini adalah Daihatsu Ayla, Daihatsu Sigra, Toyota Calya, Toyota Agya, dan Honda Brio Satya.

Data wholesales yang dikumpulkan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk periode 1 Januari 2026 hingga 31 Mei 2026 menunjukkan dua model dengan distribusi terdekat mencapai 8.000 unit. Toyota Calya 1.2 G M/T mencatat 8.828 unit terdistribusi, sedangkan Honda Brio Satya E CVT menempati posisi kedua dengan 8.732 unit. Meskipun tidak menjadi varian termurah, harga kedua mobil ini cukup tinggi: Calya 1.2 G M/T dibanderol Rp 178,8 juta, sedangkan Brio Satya E CVT Rp 206,7 juta. Brio Satya E CVT juga menjadi yang termahal di antara semua mobil LCGC di tanah air.

Secara keseluruhan, penjualan mobil LCGC masih diminati, meski mengalami penurunan. Tahun lalu, kelima model LCGC tersebut menjual 59.737 unit. Pada tahun ini, penjualan turun menjadi 46.055 unit, menurun sekitar 23 persen. Penurunan ini juga tercermin di penjualan retail, yang turun 17 persen. Pada periode 1 Januari 2025 hingga 31 Mei 2025, penjualan LCGC mencapai 58.506 unit, sementara pada periode 1 Januari 2026 hingga 31 Mei 2026 hanya 48.754 unit.

Penurunan penjualan LCGC sejalan dengan munculnya mobil listrik dengan harga di bawah Rp 200 juta. Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, menjelaskan bahwa masyarakat kini memiliki pilihan lain di segmen yang sama. Mobil listrik di bawah Rp 200 juta meniru LCGC, namun menawarkan kelebihan seperti bebas ganjil‑genap. Kelebihan ini menjadi alasan utama menurunnya penjualan mobil LCGC.

Menurut Kukuh, “Yang menjadi isu adalah masyarakat mencari pilihan mana yang sesuai untuk mereka, jadi bukan ‘wah saya tertarik nih’, karena memang kan ada masyarakat kota terutama misalnya di Jakarta kan ada tren mereka pengin punya mobil yang punya lipstik biru kan bisa bebas ganjil genap, jadi itu salah satu yang mendorong masyarakat beli mobil listrik,” urai Kukuh. (dry/din)

Dengan harga yang kompetitif dan fitur bebas ganjil‑genap, mobil listrik menandai perubahan tren konsumen. Meskipun LCGC masih tersedia, mereka harus bersaing dengan alternatif yang menawarkan manfaat tambahan. Penurunan penjualan LCGC menunjukkan bahwa konsumen semakin memperhatikan fitur-fitur praktis, bukan hanya harga. Hal ini dapat memaksa produsen LCGC untuk menyesuaikan produk mereka agar tetap relevan di pasar yang terus berubah.

Low Cost Green Car (LCGC)mobil listrikGaikindoToyota CalyaHonda Brio Satyapenurunan penjualan 23%bebas ganjil-genap

Komentar

Memuat komentar...