MTBE dan ETBE Bahan Bakar Kurangi Emisi Kendaraan di Jakarta
Gambar atau konten salah?
Kendaraan bermotor tetap menjadi penyumbang utama polusi udara di Jakarta, dengan pangsa emisi yang seringkali melampaui 60%. Gas buang kendaraan memproduksi karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO₂), serta materi partikulat halus PM2.5 dan PM10, semua berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan.
Studi terbaru dari Institut Teknologi Bandung (ITB) mengonfirmasi bahwa jenis komponen campuran (blending components) yang digunakan dalam bahan bakar memiliki pengaruh signifikan terhadap emisi kendaraan bermotor. Peneliti memakai model MOVES (Motor Vehicle Emission Simulator) dari US EPA untuk menilai emisi pada berbagai formulasi bensin di Jakarta dan Surabaya.
"Analisis kami mengonfirmasi bahwa komponen oksigenat terbukti mengurangi emisi, terutama dengan penggunaan komponen eter, MTBE atau ETBE. Selain bahan bakar standar euro IV, penggunaan komponen ini membantu mengurangi polusi udara di lingkungan perkotaan yang padat seperti Jakarta dan Surabaya," ujar Prof. Puji Lestari, salah satu peneliti yang terlibat dalam studi tersebut.
Simulasi dilakukan terhadap sepuluh jenis bahan bakar yang mewakili rentang tingkat oktan (RON 90 hingga 95) serta berbagai jenis oksigenat yaitu MTBE, ETBE dan etanol. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa bahan bakar yang dicampur dengan komponen berbasis eter (MTBE atau ETBE) memberikan pengurangan emisi paling signifikan dibandingkan jenis campuran lainnya.
Pertamax 92 dengan kandungan 14% MTBE diklaim terbukti efektif mengurangi emisi polutant PM2.5 hingga 40% dibandingkan dengan Pertalite R90 yang tidak mengandung MTBE. Kemudian Pertamax 92 dengan 14% MTBE juga disebut terbukti efektif menurunkan polutan VOC sebesar 4%.
Selain PM2.5 dan VOC, bahan bakar yang mengandung MTBE juga diklaim terbukti efektif dalam mengurangi berbagai zat beracun di udara. Seperti Butadiena (zat pemicu kanker) turun hingga 33%, Akrolein turun hingga 38% dan PAH (senyawa aromatik polisiklik yang bersifat karsinogenik) turun hingga 14%.
Direktur Eksekutif ACFA (Asia Clean Fuel Association), Serene Johnson mengatakan studi ini memperkuat adanya peluang jelas yang dapat diterapkan segera. Meningkatkan kualitas bahan bakar dinilai sebagai opsi kebijakan yang dapat dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.
"Meningkatkan kualitas bahan bakar adalah salah satu jalur tercepat dan paling praktis yang tersedia saat ini untuk mengurangi emisi transportasi di Indonesia," imbuhnya.
Data menunjukkan polusi udara masih menjadi ancaman serius bagi jutaan penduduk di kota-kota besar Indonesia. Menurut data IQAir pada 05 Januari 2026, kualitas udara Jakarta masuk dalam kategori tidak sehat dengan Indeks Kualitas Udara (AQI) mencapai angka 174. Pada periode yang sama, konsentrasi polutan PM2.5 sebesar 79,5 mikrogram per meter kubik. Angka itu jauh dari ambang batas aman (WHO) sebesar 15 mikrogram per meter kubik untuk rata-rata harian dan melampaui kisaran rata-rata harian Jakarta yang umumnya berada di rentang 25-45 mikrogram per meter kubik.
"Kondisi itu menempatkan Jakarta di posisi keenam sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia," ungkapnya.
Studi ini menegaskan bahwa penambahan oksigenat, khususnya MTBE dan ETBE, dapat menurunkan emisi polutan berbahaya secara signifikan. Dengan data polusi udara yang terus menunjukkan angka tinggi, peningkatan kualitas bahan bakar menjadi langkah praktis yang dapat segera diimplementasikan untuk memperbaiki kesehatan masyarakat di kota-kota besar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Fokus Hilirisasi Batu Bara, CPO, Ferroalloy untuk DHE
Banjir Akibat Curah Hujan Lebih Tinggi di Jakarta
Zuckerberg Akui Kesalahan PHK Massal Meta Akibat AI untuk Karyawan
HKI Minta Penguatan Listrik Nasional untuk Industri
Transmart Full Day Sale 14 Juni: Diskon Gila 50%+20%
PU Rilis 500 Halaman Buku “Menjawab Mandat” 600 Hari Prabowo
Berita Terbaru
Swiss Cegah Qatar, Menang 1-0 di Levi's Stadium, 14 Juni 2026
Cuaca Minggu 14/6: Berawan di Surabaya, Sidoarjo Kabur
Redite Paing: Manusa Yadnya Tidak Dianjurkan 14 Juni 2026
Jadwal Sholat 14 Juni 2026 Bandung: Subuh, Zuhur, Maghrib
Jadwal Salat Surabaya 02 & 14 Mei 2026: Imsak hingga Isya
Timnas Belgia Hadapi Mesir di Piala Dunia 2026, Target Juara
Denpasar Rilis Jadwal Shalat 14 Juni 2026: Subuh 05:09
Jaya Raya Jakarta Juara Yonex‑Sunrise Doubles 2026
Jadwal Sholat Minggu, 14 Juni 2026: Cirebon dan Sekitarnya
Cuaca Jawa Timur 14 Juni: Cerah Berawan Hingga Hujan Berat
