Multitasking Media Sosial Bawa Digital Amnesia pada Gen Z

Cahyo S. · 2 min baca · 12 hari lalu · 48 dibaca
Bisik.id
Multitasking Media Sosial Bawa Digital Amnesia pada Gen Z

Gambar atau konten salah?

Media sosial sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari‑harinya banyak orang. Tak jarang, orang menganggap bahwa melakukan multitasking di platform digital dapat menurunkan daya ingat. Penelitian terbaru mengungkap fenomena yang dikenal sebagai digital amnesia.

Menurut sebuah jurnal yang dipublikasikan pada 22 Mei 2026, digital amnesia merupakan kecenderungan seseorang untuk melupakan informasi yang didapat secara digital. Sebuah kutipan dari studi tersebut berbunyi, “Digital amnesia merujuk pada kecenderungan manusia untuk lupa akan informasi yang dapat dengan mudah diakses melalui perangkat digital,” menegaskan bahwa informasi yang mudah diakses seringkali tidak ditahan dalam ingatan.

Penelitian yang sama menyoroti dampak multitasking di media sosial terhadap fokus dan konsentrasi. “Multitasking ini melibatkan peralihan cepat antara berbagai aplikasi dan aktivitas, yang dapat mengakibatkan gangguan fokus dan konsentrasi. Memori episodik, yang merujuk pada kemampuan untuk mengingat peristiwa dan pengalaman pribadi secara detail, sangat dipengaruhi oleh kualitas perhatian dan konsentrasi. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa multitasking media sosial dapat mengganggu fokus dan perhatian, yang pada gilirannya dapat berdampak negatif pada memori episodik,” jelas peneliti.

Hasil survei menunjukkan bahwa generasi Z yang sering melakukan multitasking di media sosial memiliki skor memori episodik yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak. “Generasi Z, yang sering menggunakan media sosial dan melakukan multitasking media sosial, memiliki skor memori episodik yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak. Multitasking media sosial menyebabkan gangguan fokus dan perhatian serta meningkatkan beban kognitif, yang mengganggu kemampuan memori episodik,” kata peneliti.

Durasi penggunaan media sosial juga menjadi faktor penting. “Penggunaan media sosial dengan durasi lebih dari 2 jam per hari dan multitasking media sosial berdampak signifikan pada penurunan skor memori episodik. Dampak negatif ini dapat menyebabkan kesulitan dalam belajar, bekerja, dan menjalin hubungan, serta memicu frustrasi, kecemasan, dan depresi,” ungkap penelitian.

Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, peneliti menyarankan beberapa langkah praktis:

  1. Kurangi waktu layar dengan menetapkan batas waktu penggunaan media sosial dan mengambil istirahat secara berkala.
  2. Tingkatkan konsentrasi melalui latihan mindfulness, seperti meditasi atau yoga, serta pastikan tidur yang cukup.
  3. Perkuat memori episodik dengan mempelajari teknik menghafal, terlibat dalam aktivitas yang merangsang otak, dan mengkonsumsi makanan sehat untuk otak.

Kesimpulannya, penggunaan media sosial yang berlebihan, terutama ketika dilakukan secara multitasking, dapat menurunkan kemampuan memori episodik. Hal ini memengaruhi kinerja belajar, pekerjaan, dan hubungan sosial. Memahami risiko ini dan menerapkan langkah-langkah sederhana dapat membantu menjaga fungsi otak tetap optimal di era digital.

digital amnesiamultitasking media sosialmemori episodikgenerasi Zdurasi penggunaan media sosialdampak negatifkonsentrasimindfulness

Komentar

Memuat komentar...