Kebakaran Lahan Rokan Hilir Menghancurkan 80 Ha Sawit

Wulan M. · 2 min baca · 2 jam lalu · 10 dibaca
Bisik.id
Kebakaran Lahan Rokan Hilir Menghancurkan 80 Ha Sawit

Gambar atau konten salah?

Pekanbaru, 04 Juni 2026 – Kebakaran lahan telah memakan beberapa titik di Kabupaten Rokan Hilir, Riau selama enam hari terakhir. Asap tebal, angin kencang, dan panas terik menjadi faktor utama yang membuat api sulit dipadamkan.

Fokus pertama terletak di Kepenghuluan Rantau Bais, Tanah Putih. Luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 70 hektare sejak hari pertama. Kepala Manggala Agni Daops Dumai, Chaerul Ginting, menjelaskan bahwa area tersebut merupakan kebun sawit semak belukar, sehingga api menyebar luas.

“Pemadaman dan pendinginan hari ke 6 di Rantau Bais luas estimasi 70 hektare. Vegetasi kebun sawit tertutup semak belukar,” kata Chaerul. Ia menambahkan bahwa angin di sana cukup kencang, namun sumber air masih tersedia dan mudah diakses oleh tim lapangan untuk penyemprotan.

Titik kebakaran berikutnya berada di Kepenghuluan Sungai Besar, Pekaitan. Luasnya sekitar 10 hektare dan masih terus meluas. Tim pemadam memecah area menjadi beberapa titik untuk mengekang penyebaran api.

“Kendala di sini angin kencang dan sumber air terbatas. Sehingga tim melakukan penggalian secara manual agar air mencukupi dan 2 tim turun dengan 4 mesin,” ujar Chaerul. Langkah manual ini diambil karena tidak cukup air di alam liar.

Foto darat dan udara menunjukkan bahwa pemilik lahan sudah membuat kanal sebagai pembatas. Kanal tersebut menandai batas tanah yang telah dibangun sebelumnya. Tanaman sawit di area itu kurang terurus dan tertutup semak.

Secara keseluruhan, kebakaran ini menyoroti tantangan pemadaman di lahan gambut dan kebun sawit. Upaya pemadam masih berlangsung, sementara kondisi cuaca dan sumber air menjadi faktor kunci dalam penanganan. Situasi ini mengingatkan pentingnya persiapan dan pemeliharaan lahan untuk mencegah kebakaran di masa mendatang.

Kebakaran lahanRokan HilirKebun sawitAngin kencangAsap tebalSumber air terbatasKanal pembatasLahan gambut

Komentar

Memuat komentar...