Museum Zoologi Bogor Buka Lagi, Perlihatkan 954 Spesimen Unik
Gambar atau konten salah?
Di tengah kota Bogor, berdiri megah Museum Zoologi Bogor, yang lebih dikenal dengan nama Museum Zoologicum Bogoriense. Tempat ini bukan sekadar lemari kaca berisi hewan terawet; ia menyimpan jejak biodiversitas Indonesia selama lebih dari satu abad.
Lokasinya terletak di Kebun Raya Bogor, Jalan Ir. H. Juanda Nomor 9. Sejak 12 Mei 2026, pengunjung dapat menikmati koleksi yang tersebar di beberapa ruang tematik, mulai dari serangga hama hingga mamalia.
“Museum ini sudah hampir 131 tahun. Didirikan tahun 1894 oleh Dr. J.C. Koningsberger, orang Jerman yang menetap di Belanda,” ujar Hasan, pemandu museum. Dr. Koningsberger memulai fasilitas ini sebagai laboratorium kecil yang fokus pada penelitian serangga hama tanaman.
Awalnya, ruang ini tidak dirancang untuk pameran publik. Penelitian dilakukan di laboratorium yang terinspirasi oleh sebuah museum di Colombo, Sri Lanka. Seiring waktu, laboratorium itu berkembang menjadi museum sejarah alam terbesar di Indonesia.
Keunikan utama museum ini terletak pada kerangka lengkap seekor paus biru (*Balaenoptera musculus*). Paus ini ditemukan terdampar di Pantai Pameungpeuk, Garut, pada 1916. Pengangkutan ke Bogor memakan waktu 44 hari menggunakan kereta batubara, sebuah pencapaian logistik yang luar biasa pada masa itu.
“Nah ini dibawa ke Bogor menggunakan kereta batubara selama 44 hari, tiba di sini baru disusun kembali. Bagian ekornya palsu replika, karena tulangnya kan rawan ya cepat busuk, jadi kita buat tiruannya,” kata Hasan.
Di ruang mamalia, suasana terasa lebih personal. Hasan menunjuk badak Jawa yang gagah namun menyimpan kisah pilu. Badak itu ditemukan di Tasikmalaya pada 1914 setelah tersesat dari habitatnya di Ujung Kulon.
“Dulu ada sepasang. Yang betina diburu oleh orang tidak bertanggung jawab. Karena takut yang jantan bernasib sama, akhirnya diputuskan untuk dibawa ke sini tahun 1934,” kata Hasan. Badak tersebut sempat stres dan menolak makan karena kehilangan pasangannya, sehingga kini diabadikan melalui teknik taksidermi agar generasi mendatang tetap bisa melihat sosoknya.
Meski berusia ratusan tahun, Museum Zoologi tidak ketinggalan zaman. Kini, terdapat ruang imersif yang menjadi spot favorit generasi Z untuk berswafoto maupun membuat konten sinematik.
Total ada 954 jenis hewan yang dipamerkan di sini. Hampir 90 % koleksi adalah asli (taksidermi). Beberapa spesimen, seperti ular, ikan, dan katak, menggunakan replika gips karena tingkat kesulitan pengawetan kulitnya.
Pengunjung dapat menikmati edukasi mendalam tentang pentingnya konservasi. Koleksi dibersihkan secara rutin dengan kuas dan vakum, serta dirawat dengan semir kulit khusus, sehingga setiap spesimen tampak hidup seolah menyapa tamu.
Jam operasional museum adalah setiap hari. Pada hari kerja, buka mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB dengan harga tiket Rp 15.000 per orang. Pada akhir pekan, buka mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB dengan harga Rp 25.000 per orang. Anak dengan tinggi di bawah 90 cm tidak dikenakan tarif atau gratis.
Dengan sejarah panjang, koleksi yang kaya, dan fasilitas modern, Museum Zoologi Bogor tetap menjadi tempat penting bagi pelestarian warisan alam Indonesia. Ia menunjukkan bagaimana satu institusi dapat menggabungkan penelitian ilmiah, edukasi publik, dan pelestarian budaya sekaligus.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
