Nelayan Temukan Torpedo Seperti Perangkat Pengukur Arus Laut
Gambar atau konten salah?
Di perairan sekitar 16 kilometer utara Gili Trawangan, seorang nelayan bernama Arianto menemukan benda asing yang menyerupai torpedo. Benda itu segera menarik perhatian publik ketika foto dan video penemuan tersebut dibagikan di media sosial.
Menurut Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, benda tersebut ditarik dan dibawa ke pantai karena dianggap mencurigakan. “Karena mencurigakan, benda itu kemudian ditarik dan dibawa ke pesisir pantai,” ujarnya pada Senin, 6 April 2024.
Secara fisik, benda itu memiliki panjang sekitar 3,7 meter dan diameter 70 sentimeter. Bentuknya silinder menyerupai torpedo, lengkap dengan ciri khas yang biasa ditemukan pada perangkat observasi atau survei bawah laut.
Petugas menemukan label “CSIC” di bagian badan benda tersebut. Di bagian bawah juga terdapat tulisan beraksara China. “Ini menguatkan dugaan sebagai perangkat teknologi kelautan,” kata Kapolres Purwanta.
Untuk memastikan tidak ada ancaman, polisi menggunakan alat deteksi bahan peledak Kerber T dan detektor radioaktif RIIDEye X. Hasilnya menunjukkan tidak ada indikasi bahan peledak maupun radioaktif. “Benda tersebut tidak mengandung bahan peledak maupun radioaktif,” jelas Kapolres Purwanta.
Setelah menerima informasi, kepolisian segera melakukan pengamanan dan pengolahan TKP bersama Tim Gegana Satbrimob Polda NTB. Hasil awal menegaskan benda tersebut steril dari bahan peledak dan radioaktif.
Selanjutnya, benda asing itu diserahkan ke Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Mataram. “Benda itu kami amankan dan diserahkan ke Lanal Mataram untuk penanganan lebih lanjut, termasuk identifikasi teknis secara mendalam,” tambah Kapolres Purwanta.
Setelah pemeriksaan lanjutan, polisi memastikan bahwa benda tersebut bukan bom atau bahan peledak. Menurut Kabid Humas Polda NTB, Kombes Mohammad Kholid, “Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa benda tersebut bukan bom atau bahan peledak maupun radioaktif. Itu merupakan alat pengukur arus air laut di kedalaman tertentu,” ujarnya pada Selasa, 7 April 2024.
Kholid menjelaskan bahwa alat tersebut umumnya dipakai untuk penelitian atau pemantauan kondisi laut. “Biasanya dipasang pada pelampung atau di dasar laut,” tambahnya.
Penemuan ini menambah daftar peristiwa benda asing yang ditemukan di perairan Indonesia. Meskipun tidak berbahaya, alat ini menunjukkan adanya aktivitas penelitian kelautan di wilayah tersebut. Penelitian lebih lanjut akan menentukan asal usul dan fungsi spesifik dari perangkat tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Empat Anakan Harimau Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen
Bandara Husein Sastranegara Dipertimbangkan Rute Luar Jawa
Trans Luxury Hotel Surabaya Buka, Soft Opening Rp999.000
Jatiluwih: Turis Asia Domestik Naik, Barat Turun Pasar Konflik
Pendaki Terjatuh di Gunung Semeru, Evakuasi Sempat Lama
Allo PayLater dan Allo Prime Diskon 20% di Trans Studio
Berita Terbaru
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Turun di Bawah Rp18.000
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
Perpres No.27 2026: Potongan Ojek Online 8% Belum Berlaku
Brasil Bayar 203 Miliar Rupiah ke Ancelotti, Piala 2026
PPh Final 0,5% Permanen, PT Non‑Perorangan Dikeluarkan
Lirik Lagu Timur: Rindu dan Harapan di Jarak Jauh Menyusuri
Gaji Ke-13 2026: Mulai Bayar ASN, TNI, Polri, Pensiunan
Bloom Putih Anggur: Lapisan Lilin Alami, Bukan Jamur
