OJK: Rupiah Lelemah, CAR 23,97% Solid, Dampak Terkendali
Gambar atau konten salah?
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa meski rupiah melemah, dampaknya terhadap industri keuangan masih terkendali. Hal ini terlihat dari rasio kecukupan modal (CAR) yang tetap solid, mencapai 23,97 % hingga 05 Juni 2026.
Nilai tukar rupiah menurun dibandingkan dolar Amerika Serikat. Menurut data Bloomberg pada 05 Juni 2026, mata uang Paman Sam ditutup di level Rp 18.036 per dolar.
“OJK melihat bahwa dampak langsung terhadap sektor jasa keuangan, khususnya di perbankan saat ini masih relatif terkendali,” ungkap Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam konferensi pers RDKB secara virtual pada 05 Juni 2026.
OJK menilai bahwa porsi risiko pelemahan rupiah terhadap perbankan masih terjaga. Posisi devisa neto perbankan berada jauh di ambang batas minimal modal, yakni 20 %, yang menunjukkan ketahanan terhadap fluktuasi nilai tukar.
Meski begitu, OJK terus waspada terhadap transmisi risiko. Salah satu perhatian adalah potensi peningkatan beban kewajiban mata uang valas pada korporasi, ketahanan sektor usaha dengan eksposur impor tinggi, serta kenaikan biaya bahan baku dan operasional.
“Apabila disertai dengan kenaikan harga komoditas energi global, yang tentunya bisa mempengaruhi kualitas aset perbankan, khususnya penurunan kemampuan bayar debitur yang terdampak apabila kondisi keuangan tersebut terus berlanjut,” terangnya.
Untuk mengurangi risiko, OJK akan memperkuat pemantauan aktivitas valas di perbankan. Ini meliputi pengecekan posisi devisa neto harian dan memastikan kecukupan likuiditas valas perbankan.
“Tentunya kami juga akan terus mempererat koordinasi dengan Bank Indonesia selaku otoritas moneter untuk memastikan kecukupan likuiditas valas di sistem keuangan terus terjaga, mengingat stabilitas rupiah merupakan kepentingan bersama seluruh pemangku kepentingan di sektor keuangan,” pungkasnya.
Dengan CAR tinggi dan pengawasan ketat, sistem keuangan tetap stabil meski rupiah melemah, menandakan kesiapan regulator menghadapi ketidakpastian pasar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
