OJK Tinjau Khusus 7 Perusahaan Asuransi, 7 Dana Pensiun
Gambar atau konten salah?
Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengungkapkan pada Senin (06 April 2026) bahwa OJK meninjau secara ketat tujuh perusahaan asuransi dan reasuransi serta tujuh dana pensiun.
Ia menjelaskan bahwa kedua kelompok tersebut berada di bawah pengawasan khusus. Alasan spesifik tidak disebutkan, namun jelas bahwa OJK menilai penting untuk memantau kinerja dan kepatuhan mereka.
"OJK sedang melakukan pengawasan khusus terhadap 7 perusahaan asuransi dan reasuransi serta 7 dana pensiun," ujar Ogi dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner OJK secara virtual.
Ogi menambahkan bahwa sebagian besar perusahaan asuransi dan reasuransi telah memenuhi ketentuan modal atau ekuitas pada tahap I 2026. Ia merinci bahwa 79,17 % atau sekitar 114 perusahaan dari total 144 perusahaan telah memenuhi syarat minimum ekuitas.
"Berdasarkan pemantauan kewajiban peningkatan ekuitas tahap 1 tahun 2026, per Februari 2026 terdapat 114 perusahaan asuransi dan reasuransi dari 144 perusahaan atau 79,17 % yang telah memenuhi jumlah minimum ekuitas yang dipersyaratkan pada tahun 2026," jelasnya.
Ogi juga menyebutkan kinerja premi: premi asuransi komersial mencapai Rp 62,37 triliun hingga Februari 2026, premi asuransi jiwa sebesar Rp 32,39 triliun, dan premi asuransi umum serta reasuransi sebesar Rp 29,98 triliun pada periode yang sama.
Total aset industri asuransi tercatat Rp 1.219 triliun hingga Februari 2026. Rasio solvabilitas industri asuransi dan reasuransi masing‑masing berada pada 480,83 % dan 327,98 %.
OJK berperan menjaga stabilitas keuangan sektor asuransi. Pengawasan khusus menandakan adanya perhatian terhadap potensi risiko, meski penyebabnya belum diungkap. Tingginya tingkat kepatuhan modal menunjukkan bahwa mayoritas perusahaan mematuhi persyaratan, sementara rasio solvabilitas yang kuat menandakan kesehatan industri yang solid.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
Grab Tegaskan Tidak Keluar Indonesia, Tetap Komitmen Lanjut
Kimia Farma Menunggu Arahan Bio Farma, Danantara Siap Pisahkan
KAI Siap Luncurkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer
Kimia Farma Balikkan Kerugian, Capai Laba Rp123,63 Miliar
Prabowo Ganti Pimpinan BGN, Tegaskan Tanpa Toleransi Korupsi
Berita Terbaru
Paula Hurd & Bill Gates Bersinergi di Breakthrough Prize 2026
Tren Strava Fridge: Minuman di Kulkas Minimarket Jadi Viral
Trump Lakukan Tiga Pemeriksaan Medis di Walter Reed
Bandara Husein Sastranegara Dipertimbangkan Rute Luar Jawa
Martinez: Pensiun Bila Argentina Raih Gelar Dunia Kedua
UB SNBT 2026: 5.842 Lolos dari 82.613 Pilihan, Ketat
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
