Pakar: Cuaca Ekstrem Kunci Kesiapan Mudik Lebaran
Gambar atau konten salah?
Persiapan sistem transportasi untuk menghadapi arus mudik Lebaran sangat bergantung pada kemampuan mengantisipasi cuaca ekstrem dan ketersediaan informasi waktu nyata (real-time).
Pakar Transportasi dan Perkotaan, Prof. Ir. Bambang Susantono, M.C.P., M.S.C.E., Ph.D, menyoroti hal ini menjelang prediksi mudik Lebaran tahun 2027 yang diperkirakan jatuh pada Februari. Periode tersebut bersamaan dengan prediksi peningkatan intensitas hujan.
Menurut Bambang Susantono, kesiapan sistem transportasi sangat terkait erat dengan respons pemerintah dan operator terhadap risiko cuaca yang tidak menentu.
"Yang paling penting adalah kita harus dapat mengantisipasi kondisi-kondisi yang berhubungan dengan cuaca ekstrem," ujar Bambang.
Ia menjelaskan bahwa potensi hujan lebat hingga banjir memerlukan respons berupa penyusunan rencana darurat (contingency plan) yang jelas. Rencana ini harus mencakup penentuan jalur transportasi alternatif yang masih bisa digunakan jika terjadi gangguan utama.
Rencana darurat ini, menurut Bambang, harus didukung dengan informasi yang mudah didapatkan oleh masyarakat. Ketika terjadi banjir atau gangguan operasional, warga perlu segera menerima arahan mengenai rute aman serta moda transportasi yang masih dapat diandalkan.
Bambang melihat adanya perubahan pola masyarakat yang kini lebih cepat beradaptasi terhadap informasi digital. Pemudik masa kini cenderung proaktif mencari informasi sebelum memulai perjalanan.
"Sekarang masyarakat sudah benar-benar menggunakan informasi di era digital. Sebelum melakukan perjalanan, mereka cek dulu hari ini hujan atau tidak," katanya.
Kebiasaan ini juga terlihat pada pengguna transportasi publik. Contohnya, penumpang KRL sering memantau informasi gangguan perjalanan sebelum berangkat.
Kondisi serupa diharapkan dapat ditingkatkan oleh operator moda lain, termasuk layanan bus seperti TransJakarta. Mereka perlu menyediakan informasi waktu nyata yang akurat dan mudah diakses.
"Dengan informasi itu kita bisa menyesuaikan perjalanan kita," tambah Bambang.
Ia menegaskan bahwa kelancaran mudik di tengah tantangan cuaca ekstrem tidak hanya bergantung pada kesiapan infrastruktur. Kualitas komunikasi dan informasi antara penyelenggara transportasi dan masyarakat menjadi penentu utama.
Integrasi antara rencana darurat yang matang dan sistem informasi transportasi yang cepat tanggap akan menjadi faktor penting untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan pemudik pada Lebaran mendatang, terutama saat puncak musim hujan.
Kesiapan menghadapi cuaca ekstrem melalui perencanaan darurat yang terstruktur dan penyediaan data perjalanan yang akurat dan mudah diakses menjadi fokus utama dalam menjamin kelancaran arus mudik Lebaran mendatang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
