Paket Wisata Gastronomi & Wellness ke Bandara Adisutjipto
Gambar atau konten salah?
Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menyiapkan paket wisata khusus untuk mendukung reaktivasi Bandara Adisutjipto sebagai pintu masuk utama wisatawan.
Paket ini berfokus pada nilai tinggi berbasis gastronomi dan kebugaran (wellness). Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto, menjelaskan bahwa strategi khusus sudah disusun untuk memanfaatkan kembalinya operasional penerbangan di bandara tersebut.
Menurut Kus Endarto, fokus pariwisata kini bergeser dari sekadar kuantitas kunjungan menjadi kualitas belanja dan durasi tinggal (length of stay) wisatawan.
“Kami sudah berkolaborasi dengan universitas, hotel, dan destinasi wisata untuk mengembangkan wisata gastronomi dan wellness.”
“Kami targetkan paket wisata premium dengan estimasi minimal Rp2,5 juta per orang.”
Wisata gastronomi yang dikembangkan bukan sekadar kuliner biasa. Ia menonjolkan filosofi dan narasi di balik makanan, termasuk penyajian hidangan yang terinspirasi dari relief candi di wilayah setempat.
Reaktivasi Bandara Adisutjipto diperkirakan menjadi stimulus bagi sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) serta olahraga golf.
“Kami akan bersinergi dengan KONI dan PJI untuk menggelar berbagai ajang golf, baik skala nasional maupun internasional.”
“Harapannya, hotel-hotel yang selama ini terdampak oleh perpindahan bandara dapat kembali hidup dengan adanya peningkatan okupansi dari pelaku MICE dan wisatawan mancanegara.”
Data kunjungan menunjukkan perlunya akselerasi untuk mengejar capaian 2017 yang mencapai 8 juta wisatawan. Saat ini, kunjungan domestik berada di kisaran 2 juta dan jumlah wisatawan asing stagnan di angka 200.000‑400.000 per tahun.
“Kami akan manfaatkan potensi wilayah barat melalui pengembangan gastronomi dan wellness.”
“Kami juga sedang mengkaji tantangan baru, yakni tren wisatawan yang lebih memilih homestay atau vila dibandingkan hotel saat ada kegiatan besar, agar nantinya berdampak positif bagi seluruh pelaku industri di DIY.”
Pihaknya menargetkan seluruh kesiapan paket wisata tersebut akan diluncurkan pada Agustus 2026, selaras dengan rencana reaktivasi bandara agar siap menyambut kedatangan wisatawan asing maupun domestik.
Dengan strategi ini, Dinas Pariwisata Sleman berharap dapat menarik wisatawan premium, meningkatkan okupansi hotel, dan memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi wisata kuliner dan wellness yang berkualitas tinggi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Piala Dunia 2026 Kanada: Tambah Pemasukan Pariwisata Rp 90T
Kedua Orangutan Hadir di Tobe Zoo, Konservasi Bersatu
Orangutan Kalimantan Datang ke Jepang: Kerja Sama Konservasi
BTG Kotagede Ditutup Sementara Karena Kelakuan Turis Asing
Wisman Prancis & Belanda Naik 114% ke Sumut April 2026
Desa Jambi: Jejak Lisan Pasukan Sriwijaya di Nganjuk
Berita Terbaru
Bayi Gajah Sumatera Lahir di Lembah Hijau, Berat 123 Kg
Pekanbaru Luncurkan Logo HUT Ke-242: Kolaborasi Aksi
Tahun Baru Islam 1448 H: 1 Muharram 16 Juni 2026 Diperingati
PIP 2026 Cair: Siswa SD, SMP, SMA Dapat Bantuan Sekarang
Investor Asing Menjual Besar Rp4,1 Triliun, IHSG 6.127,38
Timnas Indonesia Hadapi Oman di Garuda Championship 2026
Slamet Santoso Pemain Banyuwangi TKI Debut di Sokol Pyrzyce
