Paku Buwono XIV Ganti Jarak Terbalik di Halalbihalal Solo

Andi B. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 74 dibaca
Bisik.id
Paku Buwono XIV Ganti Jarak Terbalik di Halalbihalal Solo

Gambar atau konten salah?

Di Solo, Paku Buwono (PB) XIV Purbaya menampilkan busana yang menarik perhatian publik saat acara halalbihalal di Sasana Narendra pada Kamis, 26 Maret 2023. Saat tiba, ia mengenakan jarik bermotif parang, namun jarik tersebut terbalik.

Pengamatan cepat dari pengunjung mengungkapkan bahwa jarik yang dipakai memiliki lereng yang terbalik. Seorang anggota grup Facebook Pemerhati Karaton Mataram Hadiningrat mencatat, “Gusti Purbaya awalnya menghadiri acara dengan jarik terbalik, kemudian saat sesi acara sudah berjalan cukup lama sepertinya hal itu baru disadari oleh orang‑orang sekitar yang membuat Gusti Purbaya sempat berganti pakaian.”

Setelah kejadian tersebut, PB XIV Purbaya segera mengganti jarik. Pengageng Sasana Wilapa, Paku Buwono XIV Purbaya, GKR Panembahan Timoer Rumbay, menjelaskan kesalahan tersebut. Ia menyatakan, “Itu hanya karena lerengnya kuwalik (terbalik).”

Rumbay menambahkan bahwa penata busana juga melakukan kesalahan. Ia mengatakan, “Ganti jarik, karena ternyata yang miru (melipat) jarik juga salah.”

Ia menekankan bahwa situasi tersebut disebabkan oleh keterbatasan waktu. “Wajar saja ketika kita terburu‑buru kemudian ada kesalahan, karena sebetulnya kemarin kita semua itu sedang diare,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa kejadian ini tidak perlu dibesar‑besarkan.

Menurut Rumbay, “Menurut saya tidak ada yang perlu perhatian khusus atau dikait‑kaitkan dengan pertanda dan lain‑sebabnya ya. Ini kan hanya hal kecil yang bisa segera dibetulkan lagi.”

Acara halalbihalal berlangsung di Sasana Narendra, Keraton Solo. Warga diundang untuk menikmati sambal goreng dan opor yang disajikan secara prasmanan. Hadir juga sang ibu, GKR Paku Buwono XIII, serta dua kakak perempuan, GKR Panembahan Timoer Rumbay dan GKR Dewi Ratih Widyasari.

Selain itu, keluarga Paku Buwono XIII dan Abdi Dalem turut hadir. Masyarakat diberi kesempatan masuk dan bersalaman dengan PB XIV Purbaya. Pada saat itu, PB XIV Purbaya mengenakan beskap hijau dan jarik bermotif parang. Warna busana tersebut sejalan dengan pakaian sang ibu dan dua kakaknya.

Adik Paku Buwono XIII memakai kebaya oranye, sedangkan PB XIV Purbaya duduk di kursi. Ia memulai acara dengan sungkem kepada sang ibu, kemudian sungkem kepada dua kakaknya, dan sungkem kepada adik Paku Buwono XIII. Setelah sungkeman keluarga inti selesai, PB XIV Purbaya bersama keluarga berdiri di tangga Sasana Narendra untuk menyalami para sentono dalem, abdi dalem, dan puluhan warga.

Setelah sambutan, para hadirin dipersilakan menikmati makanan yang telah disediakan. Acara berlangsung dengan suasana damai dan penuh rasa hormat. PB XIV Purbaya tetap menjaga kesopanan dan keagungan tradisi, meski mengalami kesalahan busana yang cepat diperbaiki.

Peristiwa ini menyoroti betapa pentingnya detail busana dalam upacara adat. Kesalahan kecil, seperti jarik terbalik, dapat menimbulkan perbincangan di media sosial, namun dapat diatasi dengan cepat dan tanpa mengurangi makna acara. Kejadian ini juga menunjukkan fleksibilitas dan kesiapan para pengurus Keraton Solo dalam menyesuaikan diri dengan situasi tak terduga.

Paku Buwono XIV PurbayaJarik terbalikHalalbihalalKeraton SoloSasana NarendraPakaian tradisionalKesalahan busana

Komentar

Memuat komentar...