Panduan Lengkap Sholat Idul Adha: Niat, Takbir, dan Bacaan

Ika P. · 2 min baca · 17 hari lalu · 42 dibaca
Bisik.id
Panduan Lengkap Sholat Idul Adha: Niat, Takbir, dan Bacaan

Gambar atau konten salah?

Idul Adha adalah hari raya kurban yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Sholat Idul Adha memiliki tata cara khusus, termasuk niat, takbir, dan bacaan di sela‑sela takbir. Berikut penjelasan lengkapnya.

Ketika sholat dilakukan berjemaah, setiap orang harus menyesuaikan niatnya dengan posisi dalam sholat. Jika menjadi imam maka niat berbeda dengan menjadi makmum. Berikut bacaan niatnya.

Makmum: أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيدِ الْأَصْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى. Ushallii sunnatan li 'lidil Adhhaa rak'ataini makmuuman lillaahi Ta'aalaa. Artinya: Aku berniat mengerjakan sholat sunnah Idul Adha sebanyak dua raka’at, sebagai makmum, karena Allah Ta’ala.

Imam: أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيدِ الْأَصْحَى رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى. Ushallii sunnatan li 'lidil Adhhaa rak'ataini imaaman lillaahi Ta'aalaa. Artinya: Aku berniat mengerjakan sholat sunnah Idul Adha sebanyak dua raka’at, sebagai imam, karena Allah Ta’ala.

Jumlah takbir pada sholat Idul Adha berbeda dengan sholat biasa. Mayoritas ulama berpendapat takbir dibagi menjadi tujuh kali pada raka’at pertama dan lima kali pada raka’at kedua sebelum membaca Surah Al‑Fatihah. Pendapat ini juga dianut oleh sahabat Nabi, tabi’in, serta para fuqaha di Madinah. Imam Syafi’i dan Imam Malik sepakat, namun ada perbedaan detail. Imam Malik menganggap tujuh takbir pada raka’at pertama sudah termasuk takbiratul ihram, sedangkan Imam Syafi’i tidak. Imam Malik hanya mewajibkan angkat tangan pada takbir pertama di raka’at pertama; takbir berikutnya tidak perlu angkat tangan.

Di sela‑sela takbir, bacaan yang dikuatkan adalah:

  • سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ. Subhaanallaahi wal hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar. Artinya: Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar.

Berikut tata cara lengkap sholat Idul Adha, dibagi menjadi dua raka’at.

  1. Raka’at Pertama
    1. Membaca niat.
    2. Mengangkat tangan (takbiratul ihram).
    3. Membaca doa iftitah.
    4. Membaca takbir tambahan sebanyak tujuh kali. Setiap jeda takbir diikuti bacaan di atas.
    5. Membaca Surah Al‑Fatihah.
    6. Membaca Surah Al‑A’la.
    7. Rukuk.
    8. I’tidal.
    9. Sujud pertama.
    10. Duduk di antara dua sujud.
    11. Sujud kedua.
    12. Berdiri dan takhir intiqal (takbir yang mengiringi bangun dari posisi duduk ke posisi berdiri).
  2. Raka’at Kedua
    1. Membaca takbir sebanyak lima kali. Setiap jeda takbir diikuti bacaan yang sama seperti di raka’at pertama.
    2. Membaca Surah Al‑Fatihah.
    3. Membaca Surah Al‑Ghasyiyah.
    4. Rukuk.
    5. I’tidal.
    6. Sujud pertama.
    7. Duduk di antara dua sujud.
    8. Sujud kedua.
    9. Duduk tasyahud akhir.
    10. Salam.

Dengan mengikuti langkah‑langkah di atas, sholat Idul Adha dapat dilaksanakan dengan benar. Setiap bagian memiliki makna dan tujuan yang jelas, mulai dari niat yang mengarahkan hati, takbir yang menegaskan kesungguhan, hingga bacaan di sela‑sela takbir yang memperkuat kesyukuran kepada Allah.

Praktik sholat Idul Adha ini menegaskan pentingnya kesatuan umat dalam ibadah. Melalui niat, takbir, dan bacaan yang terstruktur, jamaah dapat memperkuat rasa spiritual dan mempererat hubungan sosial di antara mereka. Dengan demikian, sholat Idul Adha menjadi lebih bermakna bagi setiap individu yang melakukannya.

Idul Adhasholattakbirniatimammakmumsurah al‑fatihah

Komentar

Memuat komentar...