Pariwisata Indonesia Target 5% PDB di Rapat Koordinasi 2026

Bima J. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 72 dibaca
Bisik.id
Pariwisata Indonesia Target 5% PDB di Rapat Koordinasi 2026

Gambar atau konten salah?

Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata 2026 digelar di kantor kementerian pada 20 Mei 2026. Menteri Koordinator Ekonomi, Airlangga Hartanto, membuka acara dengan menyoroti momentum awal tahun 2026 sebagai peluang bagi sektor pariwisata untuk mendukung perekonomian Indonesia.

Airlangga menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi mencapai 5,64 % dan menempatkan pariwisata sebagai salah satu andalan pendongkrak devisa. Ia menyampaikan, “Jadi kalau kita lihat ada dua. Perjalanan wisatawan mancanegara (wisman) tahun lalu mencapai 15,39 juta dengan pengeluaran sebesar 1,2 miliar USD,” menandai kontribusi signifikan dari wisatawan asing.

Ia melanjutkan dengan statistik perjalanan wisatawan Nusantara, “Dan ini merupakan tren positif, di mana wisatawan Nusantara (wisnus) mencapai 1,2 miliar perjalanan. Dan di triwulan pertama, perjalanan wisnus sebesar 319 juta dan wisman sekitar 3,44 juta,” yang menegaskan besarnya aktivitas domestik.

Target sektor pariwisata ditetapkan pada 5 % dari PDB nasional, dengan harapan devisa mencapai 39,4 miliar USD. Airlangga menjelaskan bahwa angka tersebut setara dengan nilai ekspor utama Indonesia, yaitu batu bara dan sawit.

Ia menekankan peran sektor ini sebagai domestic engine of growth, menuntut upaya baru dalam memperkuat kompetensi sumber daya manusia, meningkatkan kualitas destinasi, dan memperbaiki aksesibilitas ke tujuan wisata.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menambahkan bahwa devisa pariwisata pada tahun lalu mencapai rekor tertinggi sebesar Rp 305,47 triliun atau 18,27 miliar USD. Ia juga mencatat pertumbuhan perjalanan wisatawan Nusantara pada tahun 2025, mencapai 1,2 miliar perjalanan dengan kenaikan 17,6 % dibandingkan tahun 2024.

Widi menegaskan pentingnya tren positif ini, mengingat situasi global yang masih abu‑abu, mulai dari geopolitik hingga tekanan ekonomi. Ia berkata, “Jadi situasi ini tidak hanya menuntut kita untuk mampu bertahan tetapi juga bertransformasi secara tangguh dan adaptif,” menandai kebutuhan akan kesiapan menghadapi perubahan perilaku wisatawan.

Secara keseluruhan, pernyataan para pejabat menegaskan bahwa pariwisata Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif, menempatkan sektor ini sebagai motor pertumbuhan domestik, meski tantangan global tetap ada. Pariwisata berperan penting dalam menumbuhkan devisa, mendukung PDB, dan memperkuat daya saing destinasi nasional.

Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata 2026Airlangga HartantopariwisatadevisawismanwisnusPDB

Komentar

Memuat komentar...