Pati Catat 20 Kasus Campak Maret 2026, Dinkes Tetapkan KLB
Gambar atau konten salah?
Dinas Kesehatan Kabupaten Pati mencatat bahwa sejak awal bulan Ramadan, atau awal bulan Maret 2026, telah terdeteksi 20 kasus penderita campak di wilayahnya. Menanggapi peningkatan angka ini, Dinkes Pati segera menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) untuk penanganan penyakit tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Salis Diah Rahmawati, menjelaskan bahwa kasus ini pertama kali terdeteksi pada awal bulan Ramadan. Ia menegaskan bahwa “kasus yang masuk di Pati sampai April 2026 ini tercatat yang masuk ke Dinkes ada 20 kasus.”
Menurut Salis, semua penderita campak langsung mendapatkan perawatan di rumah sakit. Saat ini, kondisi pasien berangsur membaik dan sembuh. Ia menambahkan, “Alhamdulillah seiring waktu penanganan yang tepat dari teman-teman nakes, Alhamdulillah berangsur sembuh dan membaik. Tidak ada yang gawat darurat.”
Data awal menunjukkan ada 6 orang yang menderita campak di Pati, tersebar di wilayah Sukolilo, Tambakromo, dan Tayu. Namun, jumlah tersebut bertambah ketika ditemukan kasus positif di Kecamatan Margorejo. Kini, total penderita mencapai 20 orang. Salis menjelaskan, “Awalnya 6 kasus, Sukolilo, Tayu, sama Tambakromo. Kemudian, dapat laporan yang positif dari Margorejo wilayah yang banyak. Margorejo dan Desa Jambean Kidul. Yang dirawat dan kebanyakan isolasi di rumah dengan pantauan tim nakes.”
Mayoritas penderita campak di Pati berusia anak-anak. Ada satu kasus yang melibatkan seorang tenaga kesehatan dewasa, yang diduga tertular dari pasien. Ia kini sudah sembuh. Salis menambahkan, “Rata-rata anak usia TK, ada yang berusia 24 tahun dan tidak lama sudah sembuh.”
Gejala campak yang diamati meliputi demam, flu, badan sakit, dan bintik merah di bagian telinga. Jika ditemukan gejala tersebut, disarankan segera melaporkan kepada petugas kesehatan di puskesmas atau rumah sakit. “Awalnya demam, flu, badan sakit semua yang menjadi khas ada bintik merah di belakang telinga terus menyebar ke seluruh tubuh. Langsung dibawa ke petugas kesehatan baik di Puskesmas atau di rumah sakit,” jelas Salis.
Penetapan status KLB oleh Dinkes Pati bertujuan untuk menanggulangi dan mencegah penyebaran lebih lanjut. Salis menjelaskan, “Kejadian luar biasa, dari sisi kesehatan ketika ada 2 kasus atau kejadian yang sama, tanda dan kejadian sama berada dalam satu lingkungan epidemiologi, misalnya kakak adik, atau satu lingkungan sekolah itu bisa disebut KLB.”
Ia mengimbau orang tua untuk tetap menjaga vaksinasi anak-anak. “Jangan sampai dibesarkan tetapi ini menjadi warning agar lebih berhati-hari karena penyakit campak ini adalah berbahaya. Maka kami imbau kepada orang tua untuk menjaga putra putrinya vaksinasi tetap dilakukan,” ungkapnya.
Untuk menanggulangi kasus campak, Dinkes Pati akan menggelar program vaksinasi. Salis menyatakan, “Vaksinasi kita melakukan pendataan dan kita akan usulan ke Dinkes Pemprov.”
Ia juga menekankan pentingnya pola hidup sehat, khususnya asupan gizi dan kebersihan. “Untuk antisipasi kita pertama PHBS yang menjaga cuci tangan sebelum makan, kemarin imbau kepada masyarakat menjaga anak-anaknya di pusat keramaian, daya tahan tubuh terutama makan, gizinya untuk lebih diperhatikan,” jelasnya.
Secara keseluruhan, Dinkes Pati berupaya menanggulangi wabah campak dengan cepat dan efektif. KLB memberi ruang bagi koordinasi lebih intensif antara tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dengan vaksinasi dan edukasi kesehatan, diharapkan penyebaran campak dapat dikendalikan, menjaga kesehatan anak-anak dan masyarakat Pati tetap terjaga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Puasa 1 Muharam 1448 H: Boleh, Niat & Jadwal 16 Juni
1 Muharam 1448 H Jadi Hari Libur Nasional, Banner dan Ucapan
Sumur Puter Sunan Kudus: Cerita Tersesat di Gang Sempit
Sumur Puter di Kudus, Mitra Barang Hilang? Belum Ada Bukti
Sumur Puter di Kudus: Warisan Air Sunan yang Terlupakan
BEM Solo Raya Demonstrasi di DPRD Solo, Aksi Berakhir Damai
Berita Terbaru
Alfin Setyo Tunggal Pemaafkan Pelaku Pencuri Uang Toko
Indonesia vs Kamboja di Piala AFF U-19 2026, Sabtu 13 Juni
Cucurella Tegaskan Tidak Pindah Chelsea, Bahagia di London
Elon Musk Jadi Miliarder Pertama Dunia Setelah IPO SpaceX
OKU Kirim Paket Sembako ke Korban Kebakaran Pasar Baru
Indonesia Raih Final Ganda Putri Australian Open 2026
Jember Pimpin 6,35% Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I
